Tergerus 4,73% Pekan Ini, Kinerja IHSG Ytd Tercatat Terburuk di Dunia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini tergerus 394,34 poin (4,73%) menjadi 7.935. Sebanyak Rp 706 triliun kapitalisasi pasar (market cap) menguap akibat penurunan dalam tersebut. Berlanjutnya penurunan menjadikan kinerja IHSG BEI terburuk di dunia sepanjang year to date (ytd).
Berlanjutnya penurunan tersebut dipengaruhi efek pembekuan sementara pasar saham Indonesia dalam perhitungan MSCI global yang dilanjutkan dengan keputusan Moody’s memangkas outlook Indonesia dari stabil menjadi negative.
Baca Juga
Logam Mulia Rebound di Tengah Volatilitas Pasar, Harga Emas Melonjak Hampir 4%
Tekanan tersebut menjadikan IHSG sepanjang year to date (ytd) tergerus 8,23%. Kinerja indeks tercatat yang terburuk di pasar Asia Pasifik, bahkan terburuk di dunia. Adapun penurunan indeks saham terbesar kedua sepanjang ytd hanya mencapai 1,92% oleh indeks Sensex India.
Berdasarkan data BEI, tekanan terdalam indeks dipengaruhi kejatuhan sejumlah saham big cap sepanjang ytd, seperti BRPT dengan penurunan 40,52%, FILM sebanyak 55,34%, BREN mencapai 17,27%, DSSA sebayak 15,4%, dan MORA mencapai 53,94%.
Sedangkan sektor saham di bursa dengan penurunan paling dalam sepanjang ytd, yaitu sektor infrastruktur anjlok 19,28%, sektor enegi melemah 15,69%, sektor konsumer primer 13,32%, industry sebanyak 13,32%, dan property 9,01%. Sebaliknya kenaikan hanya melanda saham sektor material dasar 2,53% dan transportasi 1,45%.
Net Sell Jumbo
Selain penurunan dalam, pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,13 triliun sepanjang pekan ini. Net sell tersebut menunjukkan penurunan drastic dari net sell saham pekan lalu mencapai Rp 13,92 triliun.
Baca Juga
Tekanan Global dan 'Outlook' Moody’s Bayangi Pergerakan IHSG Pekan Depan
Berlanjutnya net sell tersebut membuat total net sell saham oleh pemodal asing sepanjang ytd telah lebih dari 11,32 triliun. Aksi jual saham oleh pemodal asing melanda hampir seluruh saham, khususnya emiten bank-bank besar.
Net sell saham terbanyak pekan ini, yaitu ANTM sebanyak Rp 453,69 miliar, BUMI mencapai Rp 336,49 miliar, MDKA sebanyak Rp 332,86 miliar, BBNI senilai Rp 326,16 miliar, dan TLKM sebanyak Rp 265,28. Sebaliknya lima saham dengan torehan pembelian bersih (net buy) terbanyak, yaitu BMRI senilai Rp 623,85 miliar, BBCA Rp 528,16 miliar, EXCL sebanyak Rp 206,81 miliar, BRMS senilai Rp 158,82 miliar, dan ASII mencapai Rp 123,40 miliar.

