IHSG BEI Ytd Anjlok 3,97%, Terburuk di Asean dan Nomor 2 di Asia Pasifik
JAKARTA, investortrust.id – Kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang year to date (ytd) tercatat yang paling buruk di Asean dan nomor dua terburu di Asia Pasifik.
Hal ini ditunjukkan atas penurunan IHSG BEI sebanyak 3,97% ytd yang akhirnya menempatkan kinerja BEI palling anjlok. Pergerakan indeks terburuk kedua dicatatkan bursa saham Thailand (SET Index) dengan koreksi 3,59%. Sebaliknya indeks dengan penguatan paling pesat dicatatkan bursa Singapura dan Malaysia dengan kenaikan masing-masing 14,80% dan 9,40%.
Baca Juga
Wall Street Rebound Didukung Data Inflasi, Dow Melejit Hampir 500 Poin
Begitu juga di tingkat Asia Pasifik, penurunan paling dalam IHSG BEI hanya kalah dari bursa Koreai, Kospi Index, dengan koreksi sebanyak 9,46% diikuti IHSG BEI sebanyak 3,97%. Sebaliknya penguatan paling tinggi dicatatkan indeks TSE indeks (Taiwan) 25,54%, Hang Seng (Hong Kong) 15,68%, dan indeks Nikkei 225 (Jepang) 15,65%.
Sedangkan saham pemberat laju IHSG BEI ytd datang dari saham-saham BUMN, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) telah turun sebanyak 29,08% ytd, saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) telah anjlok 35,44% ytd, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melemah 20,74% ytd, PT Astra International Tbk (ASII) turun 13,81% ytd, dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) anjlok 19,77% ytd.
Baca Juga
Balik Arah, Asing Jual Neto Rp 8,81 Triliun Sepekan di Pasar Keuangan
Dengan penurunan tersebut saham BBRI berkontribusi sebanyak 183,94 poin terhadap koreksi IHSG ytd, saham TLKM menyumbang 161,56 poin terhadap koreksi IHSG, saham BBNI menyumbang 39,94 poin terhadap koreksi IHSG. Sisanya disumbangkan saham ASII sebanyak 35,73 poin terhadap koreksi indeks dan GOTO sebanyak 34,47 poin terhadap koreksi IHSG.
Berdasarkan data BEI, penurunan paling dalam IHSG terjadi dalam sepekan terakhir dengan penurunan sebanyak 4,65% dari level 7.324 menjadi 6.983. Kapitalisasi pasar BEI juga anjlok sebanyak 3,28% menjadi Rp 12.191 triliun. Rata-rata nilai transaksi saham pekan ini juga terjun menjadi sekitar Rp 12,24 triliun.
Grafik IHSG

