Bagikan

Rugi GOTO Terpangkas 73% Jadi Rp 1,50 Triliun pada 2025, Terendah Sejak Listing

JAKARTA, investortrust.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil memangkas rugi tahun berjalan hampir 73% menjadi Rp1,50 triliun pada 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,46 triliun.

Capaian tersebut menjadi rugi tahun berjalan terendah sejak GOTO melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan data perseroan, rugi tahun berjalan pada 2022 mencapai Rp40,40 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp90,51 triliun pada 2023, dan turun menjadi Rp5,46 triliun pada 2024.

Baca Juga

Kinerja GoTo Melesat: EBITDA 2025 Lampaui Target, Kenaikan Tahun Ini Dibidik hingga 69%

Penurunan rugi bersih tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan perseroan menjadi Rp18,32 triliun pada 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp15,89 triliun. Sementara itu, pertumbuhan biaya dan beban cenderung melandai dari Rp18,13 triliun menjadi Rp18,70 triliun pada 2025.

Sejalan dengan itu, rugi usaha GOTO pada 2025 turun drastis menjadi Rp378,25 miliar, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,24 triliun. Adapun rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga menyusut dari Rp5,15 triliun menjadi Rp1,18 triliun pada 2025.

Lampaui Target

Selain itu, GOTO juga mencatatkan EBITDA yang disesuaikan (adjusted EBITDA) sebesar Rp2 triliun pada 2025. Realisasi ini melampaui pedoman kinerja yang sebelumnya ditetapkan pada kisaran Rp1,8 triliun hingga Rp 1,9 triliun.

Kenaikan tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bersih GOTO sebesar 24% secara tahunan menjadi Rp 18,32 triliun pada 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan jumlah pengguna bertransaksi tahunan sebesar 24% menjadi 66 juta di seluruh ekosistem.

Baca Juga

GoTo Gelontorkan Rp 110 Miliar untuk BHR Mitra ‘Ojol’

Direktur Utama GoTo Hans Patuwo mengatakan pertumbuhan kinerja diperkirakan akan terus berlanjut di seluruh lini bisnis Financial Technology dan On-Demand Services sepanjang 2026.

“Untuk unit usaha On-Demand Services, kami memperkirakan pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat pada paruh kedua tahun ini seiring peningkatan kemampuan dalam melayani segmen mass market dengan lebih baik,” kata Hans dalam siaran pers, Rabu (11/3).

EBITDA Disesuaikan GOTO

Ia menambahkan perseroan akan tetap fokus menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan konsumen di segmen affluent maupun mass market.

“Guna mewujudkannya, perseroan akan tetap fokus memberikan solusi nyata sesuai kebutuhan konsumen, baik di segmen affluent maupun mass market, sembari terus berinvestasi pada kapabilitas utama yang memungkinkan kami menghadirkan solusi tersebut,” ujarnya.

Baca Juga

Fokus Keberlanjutan, Prospek dan Target Harga Saham GOTO Menarik!

Sementara itu, Direktur Keuangan Grup GoTo Simon Ho menilai kinerja perusahaan mencerminkan keberhasilan berkelanjutan dalam mendorong pertumbuhan pendapatan sekaligus meningkatkan profitabilitas.

“Kami kembali mencetak rekor EBITDA Grup yang disesuaikan, ditopang oleh peningkatan pendapatan bersih, disiplin biaya, dan operating leverage yang positif,” kata Simon.

GOTO juga mencatatkan arus kas bebas yang disesuaikan (adjusted free cash flow) positif sebesar Rp966 miliar pada 2025. “Peningkatan arus kas bebas yang disesuaikan positif ini sebagai indikasi penguatan fundamental bisnis dan alokasi modal yang efektif,” ujar Simon.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024