Fokus Keberlanjutan, Prospek dan Target Harga Saham GOTO Menarik!
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Sejumlah sekuritas kompak mempertahankan rekomendasi beli saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan target harga jumbo. Target tersebut telah mempertimbangkan strategi strategi CEO baru Hans Patuwo terhadap pengembangan bisnis ke depan.
Rekomendasi beli saham GOTO ini datang dari BRI Danareksa Sekuritas. Sekuritas ini merekomendasikan beli saham GOTO dengan target harga Rp 100. Begitu juga dengan Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga saham GOTO level Rp 100.
Baca Juga
Saham Bakrie & Brothers (BNBR) Mendadak Terbang 25%, Labanya Ternyata Naik Jadi Segini
Analis BRI Danareksa Sekuritas Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan dalam riset terbarunya menyebutkan, GOTO menargetkan sebagai platform digital paling tepercaya di Indonesia di bawah CEO baru. Perseroan menargetkan ekspansi basis pengguna di ekosistem Gojek dan GoPay.
Pertumbuhan GOTO tetap ditopang dua segmen utama, yakni On-Demand Services (ODS) dan GoTo Financial (GTF). GTF diproyeksikan tumbuh lebih cepat dengan target kontribusi Adjusted EBITDA yang seimbang sekitar 50:50 antara ODS dan GTF dalam 2-3 tahun ke depan.
Manajemen GOTO juga menyebutkan bahwa ruang pertumbuhan segmen GTF masih besar dengan 30 juta monthly transacting users (MTUs) dibandingkan total populasi Indonesia. “Fase pertumbuhan berikutnya akan difokuskan pada pembiayaan merchant (merchant lending), serta rencana menghadirkan produk non-lending untuk segmen affluent,” tulisnya.
Baca Juga
Dongkrak Kesejahteraan Mitra, GoTo Luncurkan Empat Program Nyata Ini
Adapun segmen ODS, manajemen melanjutkan strategi penurunan bakar uang (excessive burn) guna menjaga bottom line. Fokus kini diarahkan pada peningkatan nilai pelanggan melalui penawaran yang lebih tersegmentasi bagi pengguna affluent maupun mass market. “Diskon agresif tidak menjadi strategi dasar, karena pendekatan berbasis insentif dinilai tidak berkelanjutan secara structural,” tulisnya.
GOTO juga menyebutkan panduan berlanjutnya pertumbuhan EBITDA disesuaikan sampai tahun ini. Hal ini didukung tuntasnya pemangkasan biaya besar sepanjang 2023–2024 hingga rampungnya migrasi cloud. Dengan demikian biaya cloud diperkirakan relatif stabil tanpa tambahan penghematan material ke depan.
Sementara itu, Mandiri Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga Rp 100 di bawah kepemimpinan CEO baru Hans Patuwo yang mempertajam fokus pada pertumbuhan berkelanjutan.
Pada segmen ODS, perseroan mulai menggeser strategi dari pendekatan berbasis diskon untuk mengejar volume menjadi segmentasi pelanggan yang lebih cerdas. Adapun lini fintech diposisikan sebagai mesin pertumbuhan utama, khususnya pada bisnis pembiayaan (lending). “Segmen ini diharapkan menjadi pendorong ekspansi kinerja ke depan,” tulisnya.
Dari sisi biaya, Mandiri Sekuritas menyebutka, usai migrasi cloud selesai, struktur biaya perseroan mulai stabil. Dengan demikian, operating leverage diharapkan dapat mendukung peningkatan profitabilitas GOTO pada periode mendatang.

