Rugi Bersih GOTO Terpangkas 62%, On Track Menuju Profitabilitas
JAKARTA, investortrust.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil memangkas kerugian sebanyak 62% sepanjang semester I-2024. Penurunan tersebut menggambarkan perbaikan kinerja keuangan berlanjut dan memperbesar peluang perseroan untuk mencapai EBITDA disesuaikan impas tahun 2024.
Berdasarkan data laporan kinerja keuangan hingga Juni 2024, rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk GOTO turun menjadi Rp 2,7 triliun. Angka tersebut turun drastic dari realisasi akhir Juni 2023 masih mencapai Rp 7,2 triliun.
Manjaemen GOTO dalam pemaparannya menyebutkan bahwa perbaikan kinerja ini didukung berlanjutnya kenaikan pendapatan diikuti dengan penurunan beban operasional maupun efisien. Pendapatan GOTO berutmbuh 12,4% year-on-year (yoy) menjadi Rp 7,7 triliun pada semester I-2024.
Baca Juga
GOTO Kembali Berhasil Pangkas Kerugian hingga Semester I-2024
Begitu juga dengan beban biaya, beban penjualan dan pemasaran, turun drastic sebanyak 56,1% yoy menjadi Rp 1,5 triliun. Beban pengembangan produk juga anjlok sebanyak 53,3% yoy menjadi Rp 852 miliar.
Pos beban lain yang juga ikut turun signifikan, yaitu biaya operasional yang susut 49,4% yoy menjadi Rp 502 miliar. Selain itu, beban depresiasi dan amortisasi perseroan juga turun 64,7% yoy menjadi Rp 487 miliar.
Dengan pertumbuhan double digit dan penurunan beban biaya yang substansial tersebut, nilai kerugian operasional GOTO terpangkas sebanyak 71,7% yoy.
“GOTO konsisten mencatatkan perbaikan kinerja keuangan. Pendapatan bersih dapat melonjak sebagai akibat dari pertumbuhan GTV inti yang menjadi kunci untuk dimonetisasi. Segmen usaha GoTo Finansial (GTF) mampu menjadi pendorong pertumbuhan disusul dengan adanya e-commerce service fee yang mulai diterima” tulis analis MNC Sekuritas Rudy Setiawan.
Baca Juga
Mau Hapus Sebagian Saham Treasury, GOTO Ungkap Dampak Positif Ini
Sedangkan kinerja operasional segmen pinjaman tercatat sebagai bisnis dengan pertumbuhan pendapatan paling pesat mencapai Rp 667 miliar atau naik 662% yoy dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 88 miliar. Kenaikan pendapatan didukung dengan nilai outstanding pinjaman tunai dan BNPL bertumbuh menjadi Rp 3,5 triliun.
Sementara itu, segmen e-commerce service fee berkontribusi senilai Rp 267 miliar terhadap total pendapatan paruh pertama tahun ini. Untuk diketahui, ini menjadi kali pertama GOTO menerima e-commerce service fee. Pos pendapatan ini muncul sebagai akibat dari salah satu klausul divestasi Tokopedia ke ke TikTok.
Baca Juga
Pada Februari lalu, GOTO telah merampungkan divestasi 75% saham Tokopedia ke TikTok Shop. Sebagai gantinya GOTO akan menerima e-commerce service fee sebesar 0,4% dari nilai transaksi atau Gross Merchandise Value (GMV) entitas kombinasi TikTok Shop dan Tokopedia.
“Dengan kondisi keuangan saat ini, target untuk mencapai adjusted EBITDA impas semakin feasible. GOTO saat ini punya growth engine di segmen consumer lending serta profit marjin driver dari segmen On-Demand Service (ODS) yang sudah mencapai adjusted EBITDA positif” ungkap Rudy.
Grafik Saham GOTO

