Kinerja GoTo Melesat: EBITDA 2025 Lampaui Target, Kenaikan Tahun Ini Dibidik hingga 69%
JAKARTA, investortrust.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil mencatatkan kenaikan EBITDA disesuaikan menjadi Rp 2 triliun pada 2025. Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan sekitar Rp 1,8-19 triliun.
Sedangkan target EBITDA disesuaikan tahun 2026 ditargetkan bertumbuh menjadi Rp 3,4 triliun. Angka tersebut menunjukkan potensi kenaikan sekitar 59-69% dari realisasi tahun 2025.
Tahun lalu, perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan bersih dari Rp 15,89 triliun menjadi Rp 18,32 triliun. Adapun jumlah biaya dan beban terkendali dengan kenaikan tipis dari Rp 18,13 triliun menjadi Rp 18,70 triliun. Alhasil rugi usaha turun drastis dari semula Rp 2,24 triliun menjadi Rp 378,25 miliar.
Baca Juga
Direktur Utama Grup GoTo Hans Patuwo mengatakan, pertumbuhan pesat ini didukung pertumbuhan kuat kinerja keuangan di kuartal IV dan selama 2025. Perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan bersih mencapai 15% menjadi Rp 18,32 triliun pada 2025.
“EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp 2 triliun tahun 2025. Angka ini melampaui pedoman yang telah kami tetapkan. Seiring berlanjutnya momentum ini, kami menetapkan pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk 2026 di kisaran Rp3,2–3,4 triliun,” ujarnya dalam penjelasan resminya di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Dia mengatakan, pertumbuhan laba diperkirakan terus berlanjut di seluruh lini bisnis financial technology dan on-demand services (ODS) sepanjang 2026. Untuk unit usaha ODS, perseroan membidik pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat pada paruh kedua tahun ini, seiring peningkatan kemampuan perseroan dalam melayani segmen mass market dengan lebih baik.
Baca Juga
Fokus Keberlanjutan, Prospek dan Target Harga Saham GOTO Menarik!
“Untuk mewujudkannya, kami akan tetap fokus memberikan solusi nyata sesuai kebutuhan konsumen, baik di segmen affluent maupun mass market, sembari terus berinvestasi pada kapabilitas utama yang memungkinkan kami menghadirkan solusi tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Keuangan Grup GoTo Simon Ho menambahkan bahwa penguatan kinerja tahun 2025 ini mencerminkan keberhasilan yang terus berlanjut dalam upaya mencetak pertumbuhan pendapatan (top-line) dan meningkatkan profitabilitas (bottom-line).
“Kami kembali mencetak rekor EBITDA Grup yang disesuaikan, ditopang oleh peningkatan pendapatan bersih, disiplin biaya, dan operating leverage yang positif,” ungkapnya.
Arus Kas Positif
Dia mengatakan, GOTO juga mencatatkan peningkatan arus kas bebas yang disesuaikan positif. Pencapain ini menjadi indikasi yang jelas dari penguatan fundamental bisnis dan alokasi modal yang efektif.
Baca Juga
“Kinerja setahun penuh ini juga menjadi fondasi solid untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dan profitabilitas seiring fokus kami menjalankan strategi di tahun 2026,” terangnya.
Berdasarkan data perseroan, arus bebas perseroan yang disesuaikan mencapai Rp 966 miliar tahun lalu. Sumbangan terbesar berasal dari kuartal IV-2025 senilai Rp 748 miliar. Kenaikan tersebut menjadikan kas dan setara kas akhir tahun perseroan naik menjadi Rp 21,75 triliun, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 18,82 triliun.

