Pendapatan WSBP Capai Rp 1,57 Triliun di 2025, Rugi Bersih Terpangkas
JAKARTA, investortrust.id – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatat pendapatan usaha sebesar Rp 1,57 triliun sepanjang 2025 yang ditopang tiga lini bisnis utama, yakni beton precast, readymix and quarry, serta jasa konstruksi. Realisasi ini turun dari perolehan tahun 2024 senilai Rp 1,97 triliun.
Meski pendapatan turun, WSBP berhasil tekan rugi usaha dari Rp 1,08 triliun menjadi Rp 522,02 triliun. Rugi bersih tahun berjalan juga turun menjadi Rp 537,36 miliar pada 2025, dibandingkan rugi bersih tahun 2024 mencapai Rp 997,30 miliar.
Segmen beton precast penyumbang utama dengan nilai Rp 740,43 miliar atau sekitar 47,2% dari total pendapatan usaha. Disusul segmen readymix and quarry sebesar Rp 504,65 miliar atau 32,1%, serta jasa konstruksi sebesar Rp 324,50 miliar atau sekitar 20,7%.
Baca Juga
WSBP Bayar CFADS Tahap VII, Total ke Kreditur Tembus Rp 650,87 Miliar
Pendapatan tersebut berasal dari keterlibatan perseroan dalam sejumlah proyek prioritas nasional, antara lain Proyek Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 2, Jalan Tol Ciawi–Sukabumi Seksi 3B, Jalan Tol Serang–Panimbang (Cileles–Panimbang) Fase 2 Paket 3, pembangunan Sekolah Rakyat, serta Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Madura TA 2025.
Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP Fandy Dewanto mengatakan bahwa perseroan terus menjaga produktivitas dan kualitas layanan melalui pengelolaan operasional yang lebih efisien. “WSBP terus berupaya menjaga produktivitas dan kualitas layanan melalui pengelolaan operasional yang lebih efisien dalam rangka mendukung pembangunan infrastruktur tanah air,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (27/3/2026).
Baca Juga
WSBP Tuntaskan Konversi Utang Rp 3,2 Triliun, Restrukturisasi Melesat & Siapkan Babak Baru Pemulihan
Sejalan dengan itu, WSBP membukukan laba kotor sebesar Rp 274,47 miliar dengan gross profit margin (GPM) sebesar 17,5%. Perseroan juga berhasil menurunkan biaya penjualan sebesar 27,78% secara tahunan (yoy) serta menekan biaya umum dan administrasi hingga 19,66% yoy melalui strategi efisiensi biaya.
“WSBP terus mendorong strategi penguatan pasar, efisiensi dan optimalisasi proses bisnis guna menjaga stabilitas kinerja perusahaan dan memastikan keberlanjutan usaha di tengah volatilitas ekonomi global,” kata Fandy.
Ke depan, WSBP akan fokus pada peningkatan produktivitas, optimalisasi aset produksi, serta pelaksanaan proyek dengan skema pendanaan yang sehat. Perseroan juga konsisten menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) serta manajemen risiko terukur dalam setiap kegiatan operasional dan proyek.

