Sinyal 'Hawkish' Fed Tekan Kripto, Bitcoin Tembus ke Bawah US$ 67.000
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Bitcoin ($BTC) kembali mengalami hambatan, merosot hingga ke bawah level US$ 67.000 setelah FOMC Minutes Meeting notulen keputusan The Fed Januari dirilis pada Kamis (19/2/2026) dini hari.
“Kontras dengan kripto, indeks Dolar AS dan obligasi negara justru menguat, seiring investor beralih ke aset safe-haven akibat sinyal kebijakan Fed yang terpecah,” ungkap Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha, Kamis (19/2/2026).
Notulensi menunjukkan pejabat The Fed terbelah menjadi dua kubu, sebagian mendukung pemangkasan jika inflasi turun ke target 2%, namun beberapa lainnya siap mendukung kenaikan suku bunga jika inflasi tetap tinggi di atas target.
Menurut data CME FedWatch Tool, probabilitas suku bunga dipertahankan pada level 350-375 bps, melonjak hingga 93,6%. Hal ini mengonfirmasi bahwa peluang pemangkasan suku bunga pada Maret efektif tertutup setelah data tenaga kerja (payroll) pekan lalu yang lebih kuat dari ekspektasi.
“Meskipun inflasi Januari menunjukkan pendinginan di angka 2,4% yang sempat mendorong BTC ke US$ 70.000, sentimen kini berbalik defensif. Fokus pasar selanjutnya beralih ke rilis data PCE (indikator inflasi favorit The Fed) pada Jumat ini,” menurut analisis Panji.
Baca Juga
Awal Ramadan, Harga Bitcoin Loyo dan Ini yang Harus Diantisipasi Investor
Hari ini, Bitcoin berpotensi bergerak di sekitar US$ 64.000 - US$ 68.000 dan Ethereum berpotensi bergerak di sekitar US$ 1.900 - US$ 2.200.
Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin (BTC) tercatat melemah 1,25% bergerak di US$ 66.450 Rp 1,11 miliar. Sementara dominasi pasar BTC (BTC.D) kini berada di level 58,6%, sementara total kapitalisasi pasar aset kripto juga melemah 1,3% menjadi US$ 2,27 triliun.
Baca Juga
Tekanan Jual Mereda, Analis Nilai Bitcoin Berpeluang Pulih Akhir Maret

