Sinyal Hawkish The Fed Tekan Harga Emas
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas menurun ke zona US$ 2.612 per troy ons Selasa, (24/12/2024) di tengah kehati-hatian pasar terhadap kemungkinan tingkat suku bunga yang diambil oleh The Fed pada pertemuan 2025.
Data ekonomi AS pada hari Senin menunjukan indeks Keyakinan Konsumen AS versi Conference Board, yang turun menjadi 104,7 dari sebelumnya 111,7. Selain itu, Pesanan Barang Tahan Lama AS untuk bulan November lebih lemah dari yang diproyeksikan.
“Pesanan Barang Tahan Lama baru turun 1,1%, lebih cepat dari perkiraan 0,4%. Pada bulan Oktober, pesanan baru untuk barang tahan lama naik 0,8%, direvisi lebih tinggi dari 0,2%,” tulis riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX), Selasa (24/12/2024).
Baca Juga
Harga Emas Lanjut Naik Usai The Fed Menurunkan Tingkat Suku Bunga
Sementara itu, sinyal hawkish Federal Reserve (The Fed) bahwa Federal Reserve (The Fed) akan melakukan penurunan suku bunga dengan hati-hati pada tahun 2025. Dot plot The Fed terbaru menunjukkan bahwa para pejabat secara kolektif melihat Federal Funds rate menuju 3,9% pada tahun 2025.
Di sisi lain, Pada hari Jumat, Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack mengatakan bahwa ia lebih memilih untuk mempertahankan suku bunga stabil hingga The Fed mendapatkan bukti lebih lanjut bahwa inflasi kembali menuju target 2%.
Baca Juga
Selain itu, dalam riset ICDX memaparkan, Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee menyatakan ketidakpastian seputar kebijakan Trump setelah menjabat membuatnya merevisi proyeksi untuk tahun 2025.
“Meskipun sebelumnya ia mengantisipasi penurunan suku bunga sebesar 100 basis poin (bp), ia sekarang memperkirakan penurunan yang lebih sedikit,” ulas riset tersebut.
ICDX memproyeksikan harga emas meningkat dengan support saat ini beralih ke area US$ 2.550 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.624. Support terjauhnya berada di area US$ 2.505 - US$ 2.480, sedangkan untuk resistance terjauhnya berada di area US$ 2.665 - US$ 2.715

