Rupiah Dibuka Terdepresiasi Terhadap Dolar AS, Imbas Sinyal Hawkish Cut The Fed
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Rupiah dibuka melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (9/12/2025). Rupiah melemah 5 poin atau turun 0,03% terhadap dolar AS di pasar spot Bloomberg. Rupiah berada di posisi Rp 16.700 per US$.
Sejumlah mata uang juga menunjukkan pelemahan terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia melemah 0,15% dan rupee India melemah 0,10%.
Sementara itu, sejumlah mata uang bergerak terapresiasi terhadap dolar AS. Yen Jepang menguat 0,09%, yuan China menguat 0,02%, dan baht Thailand menguat 0,06%.
Dua mata uang utama yaitu euro Uni Eropa dan poundsterling Britania Raya melanjutkan penguatan sebesar masing-masing 0,09%.
Melemahnya dolar AS ditandainya dengan melandainya indeks dolar AS atau DXY sebesar 0,06% ke posisi 99,02.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong memproyeksikan rupiah akan bergerak mendatar terhadap dolar AS. Rupiah diperkirakan akan bergerak menguat terbatas.
Baca Juga
Rupiah Melemah ke Rp 16.688 per US$ pada Penutupan Perdagangan Senin
Dia memperkirakan, rupiah akan diperdagangkan di kisaran Rp 16.650-16.750 per US$.
“Investor wait and see mengantisipasi rilis data indeks kepercayaan konsumen Indonesia yang diperkirakan akan sedikit lebih tinggi,” kata Lukman.
Langkah antisipasi investor adalah sinyal hawkish cut dari the Fed. Ketua the Fed, Jerome Powell menekankan bahwa keputusan yang akan datang bukan suatu kepastian, membuat investor waspada terhadap potensi kejutan hawkish.
Seperti diketahui, Rabu waktu AS, the Fed akan mengumumkan keputusan suku bunganya. Pasar memproyeksikan kemungkinan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) menjadi sekitar 85%, meningkatkan harapan bahwa biaya pinjaman yang lebih rendah dapat mendukung pertumbuhan global dan ekuitas.

