Rancang Rights Issue Jumbo, Bukit Uluwatu (BUVA) Bersiap Akuisisi Perusahaan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) berencana menerbitkan hingga 50 miliar saham baru melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II atau rights issue. Sebagian dana dialokasikan untuk akuisisi perusahaan.
Adapun pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (24/2/2026), pemodal asing mendadak borong senilai Rp 494,04 miliar saham BUVA melalui pasar negosiasi. Investor asing melalui broker beli Henan Putihrai memborong sebanyak 392 juta saham BUVA dengan harga pembelian Rp 1.260 melalui pasar negosiasi.
Baca Juga
Dorong Proyek Masela, Purbaya Perlakukan Inpex sebagai Investor Spesial
Manajemen BUVA dalam penjelasan resminya di BEI, hari ini, menyebutkan bahwa total rights issue setara maksimum 203,11% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh BUVA. Saham baru akan diterbitkan dari saham portepel perseroan dengan nilai nominal Rp 50 per saham. Aksi ini diterapkan setelah mendapatkan persetujuan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang bakal digelar pada 26 Februari 2026.
“Seluruh dana hasil PMHMETD II, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk belanja modal berupa pembelian lahan, pengembangan aset, serta pengambilalihan perusahaan yang memiliki nilai strategis guna mendorong pertumbuhan anorganik perseroan,” tulis penjelasan resmi manajemen BUVA.
Manajemen perusahaan yang dikendalikan Happy Hapsoro ini menegaskan bahwa apabila penggunaan dana terkait transaksi material, afiliasi, atau benturan kepentingan, perseroan akan mematuhi ketentuan pasar modal yang berlaku. Informasi final penggunaan dana akan disampaikan dalam prospektus PMHMETD II kepada pemegang saham yang berhak.
Baca Juga
Bukit Uluwatu (BUVA) Siap Rights Issue II, Pengendali Komit Serap Sisa HMETD
Rights issue ini, terang manajemen BUVA, ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan, sehingga BUVA memperoleh tambahan dana guna mendukung kinerja usaha. PMHMETD II juga diperkirakan berdampak positif terhadap laporan keuangan perseroan, seperti peningkatan modal saham pada ekuitas serta bertambahnya kas dan setara kas pada aset lancar.
Dari sisi rasio keuangan, aksi ini juga diproyeksikan mendorong peningkatan signifikan pada rasio pertumbuhan aset dan rasio pertumbuhan ekuitas. Selain itu, rasio lancar serta rasio utang terhadap aset diperkirakan membaik seiring pelaksanaan rights issue.

