Top Gainers Saham Pekan Ini: NZIA Melonjak 110%, SOHO dan FITT Ikut Melejit di Tengah Kejatuhan IHSG
JAKARTA, investortrust.id – Sejumlah saham mencatatkan kenaikan signifikan sepanjang perdagangan pekan ini, meskipun Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini tergerus 394,34 poin (4,73%) menjadi 7.935.
Berdasarkan data BEI, saham NZIA memimpin daftar penguatan dengan lonjakan lebih dari 100%, diikuti SOHO dan FITT yang juga membukukan kenaikan tinggi.
NZIA mencatat kenaikan harga dari Rp 118 pada pekan lalu menjadi RP 248 pada pekan ini atau melonjak Rp 130 poin setara 110,17%. Kinerja tersebut menjadikan NZIA sebagai saham dengan persentase kenaikan tertinggi dalam sepekan.
Baca Juga
Tergerus 4,73% Pekan Ini, Kinerja IHSG Ytd Tercatat Terburuk di Dunia
Di posisi kedua, saham SOHO naik Rp 1.235 poin dari Rp 1.795 menjadi Rp 3.030 atau menguat 68,80%. Sementara itu, FITT menempati peringkat ketiga setelah terapresiasi Rp 277 poin dari Rp 458 menjadi Rp 735, setara kenaikan 60,48%.
Saham LION juga mencatat performa impresif dengan kenaikan 46,14% dari Rp 414 menjadi Rp 605. Disusul NASI yang naik 28,17% dari Rp 142 menjadi Rp 182. Kenaikan turut terjadi pada ELPI yang menguat 21,71% dari Rp 1.405 menjadi Rp 1.710.
Penguatan mengesankan juga melanda saham UNVR naik 19,48% dari Rp 1.925 ke Rp 2.300, sementara MMIX terapresiasi 16,76% dari Rp 185 menjadi Rp 216. Adapun MDIY mencatat kenaikan 13,25% dari Rp 830 menjadi Rp 940, dan AGII naik 12,44% dari Rp 1.930 menjadi Rp 2.170.
Baca Juga
Masih di Kisaran 10%, BSI (BRIS) Segera Penuhi Aturan Free Float 15%
Adapun IHSG BEI pekan ini tergerus 394,34 poin (4,73%) menjadi 7.935 yang memicu penguapan kapitalisasi pasar (market cap) lebih dari Rp 706 triliun pekan ini. Berlanjutnya penurunan menjadikan kinerja IHSG BEI terburuk di dunia sepanjang year to date (ytd) 2026.
Berlanjutnya penurunan tersebut dipengaruhi efek pembekuan sementara pasar saham Indonesia dalam perhitungan MSCI global yang dilanjutkan dengan keputusan Moody’s memangkas outlook Indonesia dari stabil menjadi negative. Tekanan tersebut menjadikan IHSG sepanjang ytd tergerus 8,23%.

