Logam Mulia Rebound di Tengah Volatilitas Pasar, Harga Emas Melonjak Hampir 4%
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Harga emas berbalik menguat pada Jumat (6/2/2026) dan bersiap mencatatkan kenaikan mingguan. Hal ini didorong oleh aksi berburu emas pada harga murah, pelemahan tipis dolar AS, serta kekhawatiran yang masih membayangi terkait pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran di Oman. Harga perak juga pulih dari posisi terendah dalam satu setengah bulan.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Turun Rp 100.000, Waktunya Serok atau Tunggu?
Dilansir CNBC, harga emas spot naik 3,9% menjadi US$4.954,92 per ons pada pukul 14.18 waktu ET (19.18 GMT), memangkas kerugian yang terjadi dalam sesi Asia yang volatil setelah anjlok 3,9% pada Kamis. Logam mulia tersebut diperkirakan mencatatkan kenaikan mingguan sekitar 2%.
Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup menguat 1,8% di level US$4.979,80 per ons.
CME Group sebelumnya melaporkan adanya keterlambatan dalam publikasi penyelesaian perdagangan logam pada hari yang sama.
Indeks dolar AS (.DXY) turun 0,2%, membuat harga emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri.
“Pasar emas sedang melihat aksi berburu harga murah oleh para trader yang masih bullish,” kata analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff.
Diplomat tertinggi Iran pada Jumat mengatakan bahwa pembicaraan nuklir dengan AS yang dimediasi Oman berlangsung dengan “awal yang baik” dan akan berlanjut. Pernyataan tersebut berpotensi meredakan kekhawatiran bahwa kegagalan mencapai kesepakatan dapat mendorong Timur Tengah ke ambang konflik bersenjata.
Namun Wyckoff menilai reli emas saat ini masih kekurangan momentum dan kecil kemungkinan mencetak rekor baru tanpa adanya pemicu geopolitik besar.
Sebagai aset lindung nilai tradisional, emas cenderung berkinerja baik di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi.
Baca Juga
Pegadaian Tegaskan Likuiditas Aman di Tengah Antrean Cetak Emas
Sementara itu, harga perak spot melonjak 8,6% menjadi US$77,33 per ons setelah sempat turun di bawah US$65 pada awal sesi. Meski demikian, perak masih berada di jalur penurunan mingguan lebih dari 8,7%, melanjutkan penurunan tajam pada pekan sebelumnya.
“Apa yang kita lihat di perak adalah spekulasi besar-besaran di sisi beli,” kata Wyckoff, seraya menambahkan bahwa setelah bertahun-tahun berada dalam siklus booming, emas dan perak kini tampaknya mulai memasuki fase penurunan khas komoditas.
CME Group pada Kamis kembali menaikkan persyaratan margin untuk kontrak berjangka emas dan perak untuk ketiga kalinya dalam dua pekan, guna meredam risiko akibat volatilitas pasar yang meningkat.
Harga platinum spot naik 5,4% menjadi US$2.093,50 per ons, sementara palladium melonjak 6,2% ke level US$1.717,05.

