Diskusi dengan MSCI Rampung, OJK Ungkap Hasil Berikut
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menginformasikan sejumlah hasil diskusi dari rapat secara daring dengan MSCI yang dihadiri bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan self regulatory organization (SRO) lain sore tadi.
Dalam agenda daring dengan analis dari indeks provider global MSCI tersebut, regulator telah mengajukan proposal solusi untuk menjawab keseluruhan isu. Terutama terkait pengungkapan ultimate beneficial ownership (UBO) dan likuiditas untuk mendorong peningkatan free float sebagai kebijakan baru di pasar modal Indonesia.
Baca Juga
Airlangga: Investor Asing mulai Masuk Hari Ini, IHSG Diprediksi Berangsung Membaik
Anggota Dewan Komisioner OJK, Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menjelaskan, salah satu poin yang dirinci adalah rencana pasar modal Indonesia untuk membuka data pemilik saham emiten di bawah 5%.
Nantinya Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan menyajikan data pemilik saham suatu emiten, bahkan di atas 1%.
“Kedua, kami akan menghadirkan granularitas atau lebih merinci klasifikasi investor pada data yang selama ini dilakukan pengelolaannya di KSEI. Kita ketahui saat ini terbatas hanya 9 tipe investor utama, tetapi nanti akan dirinci menjadi 27 sub-tipe investor,” ujar Hasan dalam konferensi pers di Gedung BEI, Senin (2/2/2026).
Baca Juga
Investor Asing Akhirnya Borong Saham, Net buy Rp 654,93 Miliar Didominasi BBCA
Dia merinci, pengubahan tersebut akan lebih memunculkan klarifikasi dan juga kredibilitas pengungkapan UBO dari kepemilikan suatu saham.
Di sisi lain, BEI dan OJK menyampaikan proposal terkait rencana kenaikan free float dari pengaturan saat ini di minimum 7,5% menjadi 15%. Hasan kembali menegaskan, kebijakan ini akan dilaksanakan secara bertahap dan didukung seluruh pelaku pasar modal, termasuk Danantara yang hadir hari ini.
“Diskusi pada pertemuan itu berlangsung dengan sangat baik, kemudian kami mencanangkan akan dilakukan kembali pembahasan di level pertemuan di tingkat teknis,” sambung Hasan.
Baca Juga
Bahkan, dia manambahkan, MSCI akan menyediakan guidance saat menjelaskan metodologi dan cara perhitungan yang akan mereka lakukan pada akhirnya.
OJK pun sepakat, akan melakukan pembaruan informasi secara regular kepada publik, terkait dengan progres komitmen atas rancangan kebijakan yang sudah disusun, sebagai bentuk menghadirkan transparansi dimaksud.
“Jadi mudah-mudahan ini menjadi progres yang baik, yang pada saatnya tentu melalui evaluasi akhir kita berharap akan mendapatkan konfirmasi penerimaan pada saat itu,” pungkasnya.

