Airlangga: Investor Asing mulai Masuk Hari Ini, IHSG Diprediksi Berangsur Membaik
BOGOR, investortrust.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) akan berangsur membaik, seiring dengan pulihnya kepercayaan investor, khususnya investor asing.
Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah telah melihat indikasi perbaikan pergerakan IHSG, yang tercermin dari mulai masuknya kembali aliran dana asing ke pasar modal Indonesia. Berdasarkan data BEI, Senin (2/2/2026), pemodal asing catatkan net buy saham mencapai Rp 654,93 Miliar.
Baca Juga
Investor Asing Akhirnya Borong Saham, Net buy Rp 654,93 Miliar Didominasi BBCA
“IHSG pertama kita lihat terjadi net inflow asing. Net inflow asing berarti kepercayaan asing terhadap perbaikan itu ada,” ujar Airlangga saat ditemui di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Namun demikian, Airlangga mengungkapkan, anjloknya IHSG dalam beberapa waktu terakhir turut dipengaruhi perilaku sejumlah investor yang mengalami fear of missing out (FOMO). Menurutnya, kelompok investor tersebut cenderung melakukan panic selling akibat terpaan pemberitaan tertentu terkait kinerja IHSG.
“Nah fear of missing out ini terjadi dari investor yang berpikir bahwa saham-saham yang sekarang mereka invest itu termasuk yang saham kita sebut saham olahan. Sehingga itu nanti akan terkena regulasi yang harus naik free float-nya ke 15%,” jelas Airlangga.
Terkait rencana pertemuan Morgan Stanley Capital International (MSCI) dengan pejabat Bursa Efek Indonesia (BEI), Airlangga memastikan, proses komunikasi tersebut berjalan sesuai rencana. Meski demikian, ia enggan membeberkan detail pembahasan yang berkaitan dengan evaluasi terhadap kinerja IHSG.
Baca Juga
Logam Mulia Terjun Bebas, Aksi Jual Emas dan Perak Terus Berlanjut
“Pertemuan MSCI dengan BEI dilakukan secara Zoom. Jadi saya sih melihat dengan masuknya net inflow asing, mereka percaya dengan upaya reform yang dilakukan,” tuturnya.
Pada perdagangan Senin (2/2/2026), IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali ditutup melemah tajam sebesar 406,88 poin atau 4,88% ke level 7.922. IHSG bergerak di rentang 7.820–8.341 dengan nilai transaksi mencapai Rp 27 triliun.
Pelemahan IHSG tersebut sejalan dengan penurunan indeks saham di bursa Asia. Tekanan jual juga terjadi di seluruh sektor saham, dengan penurunan terdalam tercatat pada sektor material dasar yang melemah 10,74%. Sektor energi turun 7,66%, sektor consumer primer melemah 7,67%, sektor infrastruktur turun 6,06%, serta sektor properti terkoreksi 6,27%.

