Investor Asing Akhirnya Borong Saham, Net buy Rp 654,93 Miliar Didominasi BBCA
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing justru agresif memborong saham yang ditunjukkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 654,93 miliar di seluruh pasar, meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/2/2026), ditutup terjun parah sebanyak 406,88 poin (4,88%) menjadi 7.922.
Net buy terbanyak dicatatkan saham BBCA senilai Rp 427,48 miliar, EXCL senilai Rp 158,04 miliar, EMAS senilai Rp 133,47 miliar, DSSA mencapai Rp 123,71 miliar, dan ADMR sebanyak Rp 94,53 miliar.
Baca Juga
Logam Mulia Terjun Bebas, Aksi Jual Emas dan Perak Terus Berlanjut
Sebaliknya penjualan bersih (net sell) melanda saham BMRI Rp 518,87 miliar, BBRI sebanyak Rp 310,84 miliar, TLKM senilai Rp 142,79 miliar, PGAS sebanyak Rp 92,05 miliar, dan AMMN senilai Rp 68,80 miliar.
Penurunan tersebut sejalan dengan kejatuhan indek saham bursas Asia. Penurunan juga dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham dengan penurunan paling dahysat dicatatkan saham material dasar melemah 10,74%, sektor energi turun 7,66%, sektor consumer primer melemah 7,67%, seketor infrastruktur turun 6,06%, sektor property melemah, 6,27%.
Penurunan indeks juga dipicu atas kejatuhan saham-saham konglomerasi, seperti saham Sinarmas DSSSA, saham AMMN, saham grup Aguan PANI dan CBDK, saham Prajogo Pangestu BREN, BRPT, TPIA, PTRO, dan saham konglomerasi Happy Hapsoro, dan emiten Haji Isam.
Baca Juga
Meski indeks turun tajam, sejumlah saham masih pertahankan penguatan mengesankan, seperti BBCA naik 2,70% menjadi Rp 7.600, CMRY naik 5,39% menjadi Rp 5.375, INDF menguat 3,31% menjadi Rp 7.025, AADI naik 6,25% menjadi Rp 8.075, dan EDGE naik 12,55% menjadi Rp 5.200. Kenaikan hingga auto reject atas (ARA) dibukukan SOHO sebanyak 24,79% menjadi Rp 2.240.
Pekan lalu, indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI ditutupa njlok mencapai 621 poin (6,94%) menjadi 8.329. Koreksi tersebut menjadi penurunan mingguan IHSG BEI terparah dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, perdagangan saham sempat terkena trading halt selama dua hari beruntun.

