Friderica Widyasari Tegaskan Berkantor di BEI hingga Pasar Modal Kembali Normal
JAKARTA, investortrust.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas serta memulihkan kepercayaan pasar modal di tengah dinamika yang terjadi belakangan ini.
Pjs Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyatakan akan berkantor langsung di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, hingga kondisi pasar kembali normal.
“Aku berkantor di bursa sampai market-nya kembali normal ya. Aku dari pagi sudah berkantor di BEI,” ujar Friderica usai Dialog Bersama Pelaku Pasar Modal di Main Hall BEI, Jakarta, Minggu (1/2/2026).
Baca Juga
IHSG Dibuka Turun, Penurunan makin Parah dalam 5 Menit Transaksi hingga Anjlok 2%
Friderica menegaskan, kehadiran langsung OJK di BEI merupakan bentuk keseriusan regulator dalam mengawal pemulihan pasar. Ia meminta pelaku pasar untuk tidak panik, karena kondisi saat ini dinilai masih lebih baik dibandingkan krisis yang pernah terjadi sebelumnya.
“Saya kan tadi ketemu teman-teman lama. Saya dari lulus kuliah sudah bekerja di BEI, dari sisi SRO-nya, dari sisi pelakunya, aku di sekuritas, dan lain-lain,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa pasar modal Indonesia pernah
melewati masa-masa sulit, termasuk krisis keuangan global 2008. Pada periode tersebut, perdagangan saham bahkan sempat ditutup selama beberapa hari.
“Kita pernah melewati masa-masa sulit seperti krisis 2008. Waktu itu market sampai tutup tiga hari, tapi kita bisa melewati semua dengan baik,” ujar Friderica.
Baca Juga
OJK Pastikan Aturan Free Float Saham 15% Berlaku Februari–Maret 2026
Menurut Friderica, situasi pasar saat ini tidak seburuk krisis global sebelumnya. Tantangan yang dihadapi lebih berkaitan dengan upaya peningkatan transparansi dan keterbukaan informasi di pasar modal.
“Sekarang sebenarnya tidak seburuk waktu yang pernah kita alami bersama. Ini lebih kepada bagaimana kita meningkatkan transparansi dan keterbukaan,” ucapnya.
Sebagai langkah konkret, OJK bersama para pemangku kepentingan telah menyusun delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia guna memperkuat kepercayaan investor.
“Harapannya dengan begitu bisa menimbulkan confidence dari market kita, semakin confidence dalam pasar modal kita,” kata Friderica.

