Ketua OJK Pastikan Plt Dirut BEI Berasal dari Direksi yang Masih Menjabat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, menegaskan pengisian jabatan pelaksana tugas (Plt) direktur utama Bursa Efek Indonesia (BEI) akan berasal dari jajaran direksi yang saat ini masih aktif menjabat.
“Kalau itu memang dari direksi, kan itu mekanisme rutin atau reguler. Pada saat dirut tidak ada, tentu dari salah satu direktur akan diangkat, dan menjadi pejabat sementara,” ujar Mahendra saat konferensi pers di gedung BEI, Jakarta, Jumat, (30/1/2026).
Namun demikian, Mahendra menegaskan bahwa penentuan sosok direksi yang akan ditunjuk sebagai plt direktur utama sepenuhnya merupakan kewenangan internal BEI. “Ada proses internalnya. Itu bukan kewenangan saya,” lanjut dia.
Baca Juga
Iman Rachman Mundur sebagai Dirut BEI, Istana: Bentuk Pertanggungjawaban
Pada kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menyampaikan bahwa sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku, OJK akan menunjuk plt direktur utama BEI guna memastikan kesinambungan kepemimpinan, terutama dalam pengambilan keputusan strategis dan menjaga stabilitas operasional bursa. Penunjukkan tersebut dilakukan melalui mekanisme yang telah ditetapkan di internal direksi BEI.
“Tentunya itu sudah diatur di anggaran dasar (AD) di Bursa Efek Indonesia dan ini masih dalam proses. Jadi, itu penambahannya nanti akan ditunjuk oleh board of directors (BOD) daripada BEI,” ujar Inarno.
Terkait waktu penunjukan, Inarno memastikan proses tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat. “Segera, segera, tentunya segera,” ujarnya.
Adapun jajaran direksi BEI yang berpotensi ditunjuk sebagai plt direktur utama di antaranya Direktur Penilaian Perusahaan I Gede Nyoman Yetna, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Irvan Susandy, serta Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Kristian Sihar Manullang.
Baca Juga
OJK Tegaskan Mundurnya Dirut BEI Iman Rachman Tanpa Tekanan Pemerintah
Selain itu, terdapat Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko Sunandar, Direktur Pengembangan Jeffrey Hendrik, serta Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum Risa Effennita Rustam.
Sebelumnya, Direktur Utama BEI Iman Rachman telah mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan tersebut. Iman menyatakan keputusan itu diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar modal Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

