Hanya 5 Bulan Menjabat Dirut Bulog, Novi Helmy Dibolehkan Kembali ke TNI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Letjen TNI Novi Helmy Prasetya dibolehkan kembali ke lingkungan Mabes TNI setelah tak lagi menjabat sebagai Direktur Utama Perum Bulog. Novy sebelumnya mengundurkan diri dari TNI karena ditugaskan memimpin Bulog. Hanya lima bulan menjabat, Novy digantikan Direktur Pengadaan Bulog, Prihasto Setyanto.
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengungkapkan, penempatan Novi Helmy sebagai Dirut Perum Bulog didasarkan atas permintaan pihak BUMN. Hal tersebut membuat Novi Helmy harus mengundurkan diri dari TNI karena jabatan Dirut Bulog tidak ada dalam 14 jabatan yang boleh ditempati perwira TNI aktif.
“Itu sesuai Pasal 47 UU Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI),” tutur Kristomei Sianturi dalam siaran pers Mabes TNI di Jakarta, Jumat (4/7/2025), seperti dikutip Antara.
Baca Juga
Serap Rp 15 Triliun, Stok Beras Pemerintah di Bulog Rekor Tertinggi 57 Tahun
Panglima TNI pun, menurut Kristomei, memutuskan Novi Helmy untuk di-non job-kan dengan ditempatkan sebagai Staf Khusus TNI setelah sebelumnya menjabat sebagai Danjen Akademi TNI. Novi Helmy di-non job-kan dalam rangka persiapan menuju pengunduran dirinya sebagai anggota TNI.
Namun, belum sempat proses pengunduran dirinya rampung, Novi Helmy malah menyatakan ingin kembali mengabdi sebagai anggota TNI. "Dalam proses tersebut, Letjen TNI Novi Helmy memutuskan untuk tetap melanjutkan pengabdiannya di lingkungan TNI," kata Kristomei.
Alhasil, kata Kristomei, Panglima TNI pun langsung bersurat ke Menteri BUMN pada 5 Juni 2025 untuk meminta persetujuan menarik Novi Helmy Prasetya dari penugasan di Perum Bulog.
"Sebagai respons, Kementerian BUMN memberikan persetujuan resmi melalui surat Nomor SR-75/DSI.MBU/07/2025 tanggal 30 Juni 2025, yang menyetujui pengakhiran penugasan Letjen TNI Novi Helmy Prasetya dan pengembalian yang bersangkutan ke institusi TNI," papar Kristomei.
Alasan TNI Menerima Kembali Novy
Kristomei Sianturi menjelaskan, ada beberapa alasan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto kembali menerima Novi Helmy bertugas di tubuh TNI.
Baca Juga
"Letjen Novi Helmy telah memilih untuk tetap berdinas menjadi prajurit TNI, dikaitkan juga dengan kebutuhan organisasi dan pembinaan personel, sehingga TNI menerima kembali Letjen TNI Novi Helmy Prasetya yang memutuskan tetap melanjutkan pengabdiannya di lingkungan TNI," ujar Kristomei.
Kristomei memastikan kehadiran Novi Helmy akan membantu TNI dalam menjalankan program-program strategis di bidang pertahanan nasional.
Helmy Prasetya menjabat sebagai Direktur Utama Perum Bulog sejak Februari 2025 atau lima bulan lalu, menggantikan Wahyu Suparyono. Penugasan Helmy tertuang dalam Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-30/MBU/02/2025 tanggal 7 Februari 2025. Sebelum menjabat Dirut Bulog, Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya menempati posisi Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI.
Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perum Bulog, menggantikan Novi Helmy Prasetya.
Berdasarkan keterangan resmi Perum Bulog, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah resmi mengganti Dirut Bulog. Keputusan itu tertuang dalam Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-179/MBU/06/2025 tanggal 30 Juni 2025, yang sekaligus mengakhiri masa penugasan dan pengabdian Novi Helmy Prasetya sebagai Dirut Bulog dan kembali melanjutkan karier serta pengabdian di institusi TNI.
Baca Juga
Wamentan: Penyerapan Gabah Sesuai HPP oleh Bulog Demi Sejahterakan Petani
"Perum Bulog menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian Bapak Novi Helmy Prasetya selama menjabat," jelas Perum Bulog dalam pernyataan resminya.
Di bawah kepemimpinan Novi Helmy Prasetya, Perum Bulog mencatat berbagai capaian penting yang memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat peran Bulog sebagai fondasi ketahanan pangan nasional.
Berikut susunan terbaru jajaran Direksi Perum Bulog:
** Plt Direktur Utama sekaligus Direktur Pengadaan: Prihasto Setyanto
** Wakil Direktur Utama: Mayjen TNI (Purn) Marga Taufiq
** Direktur Bisnis: Febby Novita
** Direktur Keuangan: Hendra Susanto
** Direktur Operasional dan Pelayanan Publik: Mokhamad Suyamto
** Direktur SDM dan Umum: Sudarsono Hardjosoekarto

