Bagikan

IHSG Terjun dan Dua Kali Trading Halt, Pengunduran Diri Dirut BEI Jadi Sorotan

JAKARTA, investortrust.id – Pasar modal Indonesia tengah memasuki periode yang sangat menentukan. Dalam dua hari terakhir, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di bawah tekanan kuat hingga mencatat penurunan tajam dan memicu terjadinya trading halt sebanyak dua kali secara beruntun.

Analis Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai kondisi tersebut mencerminkan tingkat kepanikan yang cukup tinggi di kalangan pelaku pasar. Menurutnya, tekanan IHSG dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global serta meningkatnya kekhawatiran investor terhadap aspek transparansi dan tata kelola pasar modal dalam negeri.

Di tengah gejolak pasar tersebut, keputusan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, untuk mengundurkan diri dari jabatannya menjadi perhatian utama pelaku pasar.

Baca Juga

Iman Rachman Mundur dari Jabatan Dirut BEI, Buntut IHSG Anjlok Parah Dua Hari

“Pengunduran diri pimpinan tertinggi BEI ini tidak bisa dilepaskan dari dinamika pasar yang sedang bergejolak. IHSG yang dalam waktu singkat mengalami koreksi tajam menunjukkan rapuhnya kepercayaan investor, khususnya investor asing, terhadap stabilitas dan mekanisme pasar,” kata Hendra kepada investortrust.id, Jumat (30/1/2026).

Hendra menuturkan, terjadinya trading halt sebanyak dua kali berturut-turut menjadi indikasi bahwa volatilitas pasar telah mencapai level ekstrem dan memerlukan langkah kelembagaan yang serius.

Direktur Utama BEI Iman Rachman berbicara dalam acara Capital Market Journalist Workshop 2025, di Ubud, Bali, Sabtu (15/11/2025). Foto: Investortrust/Mohammad Defrizal

“Dalam konteks ini, mundurnya Direktur Utama BEI dipandang sebagai bentuk tanggung jawab institusional sekaligus momentum evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan pasar modal Indonesia,” ujarnya.

Pada perdagangan hari ini, IHSG sempat menunjukkan upaya pemulihan meskipun masih terbatas. Hingga pukul 09.28 WIB, indeks tercatat menguat 0,91% ke level 8.307. Namun, penguatan tersebut dinilai masih bersifat teknikal dan belum sepenuhnya mencerminkan kembalinya kepercayaan investor.

Baca Juga

IHSG Dibuka Rebound 0,93%, Seluruh Sektor Saham Melesat

Pelaku pasar cenderung bersikap wait and see sambil menantikan kepastian arah kebijakan BEI ke depan, khususnya terkait penunjukan Direktur Utama yang baru.

“Pasar membutuhkan figur pemimpin yang mampu memperkuat transparansi, memperbaiki tata kelola, serta menjawab ekspektasi lembaga indeks global seperti MSCI yang selama ini menyoroti isu free float dan kualitas likuiditas pasar Indonesia,” jelas Hendra.

Ke depan, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan berlangsung fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Dalam jangka pendek, indeks diproyeksikan bergerak di kisaran 8.150 hingga 8.350 seiring pelaku pasar mencermati perkembangan internal BEI serta respons regulator.

Lebih lanjut, stabilitas pasar tidak hanya ditentukan oleh faktor teknikal, tetapi juga oleh tingkat kepercayaan terhadap kepemimpinan bursa. Penunjukan Direktur Utama BEI yang baru dinilai akan menjadi katalis penting bagi pasar dalam mengembalikan keyakinan investor serta mendorong pasar modal Indonesia menuju fase yang lebih transparan, kredibel, dan berdaya saing global.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024