Keputusan MSCI Ini Picu IHSG BEI Terjun 6,53% Dekati Trading Halt Pagi Ini, Berikut Isu Lengkapnya
JAKARTA, investortrust.id – Keputusan MSCI Global untuk membekukan sementara review atas saham dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Februari 2026 dipicu kekhawatiran atas transparansi kepemilikan saham menjadi pemicu utama penurunan dalam indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI, Rabu (28/1/2026), sebanyak 586 poin (6,53%) menjadi 8.393 atau mendekati trading halt, tindakan pembekuan sementara kegiatan perdagangan saham BEI dengan pelemahan 8%.
Berikut isi keputusan MSCI yang memicu kejatuhan tersebut, pertama MSCI akan membekukan setiap peningkatan Faktor Inklusi Asing (FIF) dan Jumlah Saham (NOS). Kedua, MSCI menangguhkan penambahan baru saham dari Indonesia ke indeks pasar Investasi MSCI (IMI), dan ketiga MSCI menghentikan migrasi peningkatan (Small Cap ke Standard) untuk saham dari Indonesia.
Baca Juga
BEI Ungkap Rencana Ini Usai MSCI Bekukan Review Pasar Saham Indonesia
MSCI menambahkan bahwa langkah-langkah tersebut dimaksudkan untuk membatasi perputaran indeks dan mengurangi risiko investasi sementara masalah transparansi ditangani. Secara historis, MSCI melakukan peninjauan indeks standarnya setiap kuartal, biasanya Februari, Mei, Agustus, dan November.
Meski demikian, MSCI masih memberikan wakti kepada pasar saham Indonesia untuk menunjukkan kemajuan hingga Mei 2026. “Jika peningkatan transparansi dianggap tidak cukup, MSCI dapat menilai kembali status aksesibilitas pasar Indonesia, termasuk risiko peninjauan reklasifikasi dari pasar berkembang ke pasar perbatasan atau frontier market,” tulis penguman resmi tersebut.
Baca Juga
IHSG Ambrol 6,5% Akibat MSCI, Analis Sebut Panic Selling Dominasi Pasar
Hingga pukul 10.30 WIB, penurunan indeks masih dalam mencapai 571 poin (6,42%) menjadi 8.405. Penurunan dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, khsusnya emiten big cap dan konglomerasi.
Berdasarkan data, saham PTRO, BRPT, DSSA, BUMI, PANI, hingga RAJA catatkan penurunan dalam hingga auto reject bawah (ARB). Saham big cap, BREN, MORA, DCII, MLPT juga anjlok parah. Saham bank KBMI IV juga terjun dipimpin penurunan signifikan saham BBCA.

