Saham Big Cap CUAN dan BBRI Akhirnya Menghijau, Harapan IHSG BEI Bangkit Terbuka
JAKARTA, investortrust.id – Secercah harapan mulai muncul setelah dua saham big cap, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), mulai menghijau, meski indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) masuk terpuruk hingga pukul 11.00 WIB.
Berdasarkan data BEI, saham BBRI berhasil rebound sebanyak 10 poin (0,28%) menjadi Rp 5.600. Bahkan saham ini sempat sentuh level tertinggi Rp 3.650. Kapitalisasi pasar saham BBRI mencapai Rp 545,75 triliun.
Baca Juga
Seskab Teddy dan Emil Dardak Bahas Sinkronisasi Infrastruktur dan Program Strategis Prabowo
Begitu juga dengan saham CUAN berbalik menghijau Rp 105 (6,41%) menjadi Rp 1.660. Bahkan emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini sempat menyentuh level tertinggi intraday Rp 1.795. Kapitalisasi atau market cap CUAN mencapai Rp 186 triliun.
Sedangkan IHSG BEI hingga pukul 11.00 WIB masih catatkan penurunan sebanyak 443 poin (0,53%) menjadi 7.878. Penurunan tersebut lebih tipis dibandingkan posisi pukul 10.00 WIB sempat anjlok 829 poin (10%) menjadi 7.489 dan perdagangan saham sempat terkena trading halt di menti 09.26 WIB.
Aksi dilakukan setelah indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI turun lebih dari 8%. Trading halt ini merupakan yang kedua dalam dua hari beruntun. Sebagaimana diketahui, pada awal sesi II kemarin, perdagangan saham terkena trading halt akibat terjun lebih dari 8%. Penurunan tajam indeks dalam dua hari ini dipicu atas rembetan keputusan MSCI Global menangguhkan perhitungan MSCI Indonesia, bahkan terbuka peluang penurunan kelas bursa saham Indonesia menjadi frontier market. Penurunan diperparah keputusan Goldman Sachs yang memangkas prospek saham Indonesia menjadi underweight.
Baca Juga
Perdagangan Saham kembali Terkena Trading Halt, SRO dan OJK Siap Beri Keterangan
Kemarin, IHSG anjlok sebanyak 659,67 poin (7,35%) menjadi 8.320, bahkan sempat terkena trading halt selama 30 menit akibat turun lebih dari 8% di sesi II. Investor asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 6,17 triliun, terbesar disumbangkan BBCA Rp 4,1 triliun.
Penurunan indeks dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham dengan penekan utama datang dari saham-saham big cap, seperti saham BREN, PTRO, BRPT. Penurunan juga melanda saham big cap lainnya, seperti BBCA, DSSA, MORA, PANI, hingga RATU. Kejatuahan tersebut dipicu atas pengumuman MSCI yang menangguhkan perhitungan saham Indonesia dalam indeks.
Sebaliknya sejumlah saham berikut masih berhasil catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saahm WAPO naik 34,04% menjadi Rp 252, STAR naik 24,80% menjadi Rp 780, dan BOGA naik 24,74% menjadi Rp 1.790. Kenaikan pesat juga melanda saham BALI sebanyak 23,84% menjadi Rp 1.740 dan AGAR naik 12,10% menjadi Rp 278.

