Perdagangan Saham kembali Terkena Trading Halt, SRO dan OJK Siap Beri Keterangan
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menerapkan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) pada Kamis (29/1/2026) pukul 09.26.01 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS), menyusul pelemahan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Sekretaris Perusahaan BEI menyampaikan bahwa perdagangan saham akan kembali dibuka pada pukul 09.56.01 waktu JATS tanpa perubahan jadwal perdagangan. Trading halt diberlakukan setelah IHSG turun hingga 8%.
Baca Juga
Penurunan IHSG makin Dahsyat Capai 10% Usai Trading Halt Pertama, Trading Halt Kedua Menanti
“BEI melakukan upaya ini dalam rangka menjaga perdagangan saham agar senantiasa teratur, wajar, dan efisien sesuai dengan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dan diatur lebih lanjut pada Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00002/BEI/04-2025,” tulis Kautsar dalam keterangan resmi perusahaan.
Pada saat trading halt diterapkan, IHSG berada di level 7.654, setelah sehari sebelumnya ditutup di posisi 8.320. Hingga pukul 09.25 WIB, seluruh sektor saham mencatatkan penurunan signifikan. Sektor energi, material dasar, dan infrastruktur tertekan lebih dari 9%, sementara sektor properti dan konsumer primer turun lebih dari 7%.
Tekanan juga datang dari saham-saham berkapitalisasi besar dan emiten konglomerasi. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) anjlok 13,86% ke level Rp7.125, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) merosot 14,98% ke Rp83.825, dan sejumlah saham big cap lainnya turut tertekan.
Baca Juga
Pasar Saham Jebol, Investor Kirim Surat Terbuka tentang MSCI kepada OJK dan BEI, Ini Isinya
Penurunan tajam IHSG dalam dua hari terakhir dipicu oleh dampak keputusan MSCI Global yang menangguhkan perhitungan MSCI Indonesia. Kondisi tersebut membuka peluang penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia menjadi frontier market. Tekanan pasar diperparah oleh keputusan Goldman Sachs yang memangkas prospek saham Indonesia menjadi underweight.
Trading halt hari ini menjadi yang kedua setelah BEI memberlakukan kebijakan serupa sehari sebelumnya. Secara kumulatif, IHSG tercatat telah melemah 14,76% dibandingkan penutupan perdagangan Selasa (27/1/2026) dari level 8.980.
Sementara itu, BEI bersama Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dikabarkan akan segera menggelar konferensi pers di Gedung BEI hari ini untuk memberikan penjelasan terkait penanganan pelemahan IHSG yang berlanjut.

