IHSG Ditutup Naik Nyaris 4%, Saham-Saham Big Cap Ini Cuan Melimpah Dipimpin BBRI
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/3/2025), ditutup melonjak sebanyak 249,06 poin (3,97%) menjadi 6.519. Pergerakannya dalam rentang 6.269-6.570 dengan nilai transaksi Rp 13,85 triliun.
Kenaikan ini ditopang penguatan seluruh sektor saham, yaitu saham saham sektor material dasar 4,12%, sektor keuangan 3,46%%, sektor consumer non primer 2,92%, sektor industry 2,70%, sektor energi 2,46%, sektor property 2,62%, dan sektor infrastruktur 3,35%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan.
Baca Juga
Usai Labanya Melesat, Simak Target Harga Saham Japfa (JPFA) Berikut
Penguatan pesat tersebut didukung kenaikan seluruh saham emiten kapitalisasi pasar besar atau big cap, yaitu saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) naik 11,19% menjadi Rp 7.450, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 9,23% menjadi Rp 3.670, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 4,45% menjadi Rp 8.800, dan PT Bank MandiriT bk (BMRI) naik 6,52% menjadi Rp 4.900, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik 4,49% menjadi Rp 6.400, and PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik 2,20% menjadi Rp 19.700.
Sebaliknya pelemahan melanda saham PT Homeco Victoria Makmur Tbk (VICO), PT Indai Aluminium Industry Tbk (INAI), PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS), PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI), dan PT Soho Global Health Tbk (SOHO).
IHSG pada perdagangan hari terakhir pekan lalu atau Jumat ditutup terjerembab sebanyak 214,85 poin (3,31%) menjadi 6.270,60. Investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 2,91 triliun, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 879,31 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 522,41 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 382,90 miliar.
Baca Juga
Calon Investor yang Akan Pekerjakan Kembali Karyawan Sritex Belum Pasti
Pelemahan indeks dipicu kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar anjlok 5,55%, sektor infrastruktur 3,77%, sektor transportasi 3,41%, sektor energi turun 3,59%, sektor consumer primer turun 3,32%, sektor keuangan anjlok 3,09%, sekktor industry 2,51%, sektor property 1,85%, dan penurunan terendah dicatatkan saham sektor teknologi 1,26%.
Penurunan juga dipicu kejatuhan seluruh saham top 10 market cap atau big cap, seperti BBCA turun 1,17% menjadi Rp 8.425, BREN turun 1,21% menjadi Rp 6.125, TPIA anjlok 11,25% menjadi Rp 6.700, BBRI anjlok 7,44% menjadi Rp 3.360, AMMN melemah 5,07% menjadi Rp 6.550, BMRI turun 1,29% menjadi Rp 4.600, DSSA turun 5% menjadi Rp 30.875, dan TLKM turun 5,62% menjadi Rp 2.350. Satu-satunya yang naik hanya saham AMMN dan saham DCII tengah disuspensi.

