IHSG Dibuka Melemah, Fluktuasi Berlanjut dan Saham Big Cap Mencoba Bangkit
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (19/3/2025), lanjutkan pergerakan fluktuatif tinggi pagi ini. IHSG sempat dibuka anjlok lebih dari 60 poin di menit awal perdagangan dan perlahan menguat menjelang menit ke-10.
Sedangkan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) kembali menjadi actor penekan utama IHSG hari ini setelah lanjutkan pelemahan dalam. Dengan penurunan tersebut, empat hari beruntun saham data center ini catatkan pelemahan signfikan.
Baca Juga
Sedangkan saham grup emiten big cap yang dikendalikan Prajogo Pangestu perlahan menghijau. Seperti saham BREN, TPIA, CUAN, BRPT, hingga CUAN. Saham emiten Sinarmas, yaitu DSSA juga mencoba hijau. Begitu juga dengan saham emiten property PANI dan CBDK mencoba menguat.
IHSG kemarin ditutup turun 248 poin (3,84%) menjadi 6.223 dengan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 2,48 triliun. IHSG kemarin sempat mengalami trading halt selama 30 menit. Bahkan, IHSG sempat anjlok lebih dari 7% menjadi 6.011.
Penurunan kemarin dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, tertinggi sektor teknologi anjlok 9,77%, sektor material dasar 5,99%, sektor energi 3,43%, sektor infrastruktur 3,03%, sektor property 3,33%, dan sektor consumer primer 3,06%.
Baca Juga
Waduh Dana Asing Sehari Keluar Rp 18,59 Triliun, Dampaknya terhadap Pasar Bergejolak?
Kejatuhan juga dipicu atas penurunan saham-saham berkapitalisasi pasar besar, seperti saham emiten Prajogo Pangestu, yaitu BREN, TPIA, CUAN, BRPT, dan PTRO. Kejatuhan juga dipicu anjloknya saham DCII, AMMN, DSSA, dan emiten big cap lainnya.
Sedangkan saham dengan penguatan paling pesat, yaitu saham PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) melesat 24,73% menjadi Rp 464, PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) naik 23,34% menjadi Rp 228, dan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) naik 19,63% menjadi Rp 1.615.

