IHSG Lanjutkan Penurunan lebih dari 6%, Trading Halt Kedua Mengintai
JAKARTA, investortrust.id – Penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) makin dalam usai terkena penghentian sementara perdagangan (trading halt) pertama selama 30 menit hingga pukul 11.50.
Berdasarkan data BEI pukul 11.58, IHSG terjun 402 poin (6.21%) ke level 6.069 pukul 11.55. Bahkan, IHSG sempat menyentuh level terendahnya 6.011. Apakah trading halt kedua bakal diterapkan?
Sedangkan penutupan sesi I hari ini, IHSG turun sebanyak 395,87 poin (6,12%) menjadi 6.076. Penurunan dipicu pelemahan seluruh sektor saham sektor materal dasar 9,78%, sektor energi 6,24%, sektor material dasar 6,24%, sektor keuangan 3,86%, dan sektor teknologi 12,46%.
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat terungkap trading halt sebanyak tiga kali.
Baca Juga
BEI Tetapkan Trading Halt Perdagangan Saham Usai Anjlok 5,02% per Pukul 11.20 WIB
Penghentian sementara perdangangan saham selama 30 menit apabila IHSG mengalami penurunan hingga lebih dari 5%, trading halt saham kedua selama 30 menit diterapkan, jika IHSG lanjutan penurunan hingga lebih dari 10%, dan trading suspend apabila IHSG mengalami pelemahan lebih lanjut sampai lebih dari 15%.
Trading suspend akan berlangsung sampai akhir sesi perdagangan atau lebih dari satu sesi perdagangan setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Trading halt adalah kebijakan penghentian sementara perdagangan saham di bursa efek. Trading halt bertujuan untuk mencegah kerugian investor. Penyebab trading halt fluktuasi harga yang ekstrem.
Kejatuhan indeks hari ini berbanding terbalik dengan bursa saham dunia yang justru melesat. Sedangkan pemicu utama kejatuhan indeks datang dari penurunan signifikan hingga auto reject bawah (ARB) saham emiten Prajogo Pangestu.
Baca Juga
Trading Halt 30 Menit, BEI Bakal Buka Kembali Perdagangan Saham Pukul 11.49 WIB
Di antaranya saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ARB sebanyak 19,92% menjadi Rp 5.325, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) jatuh 15,46% menjadi Rp 4.840, PT Petrindo Kreasi Jaya Tbk (CUAN) anjlok 17,82% menjadi Rp 5.650.
Kejatuhan dalam juga melanda saham emiten Prajogo lainnya, seperti saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah sebanyak 18,06% menjadi Rp 635 dan PT Petrosea Tbk (PTRO) anjlok 16,85% menjadi Rp 2.270.
Kejatuhan indeks juga dipicu atas penurunan dalam saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII). Saham DCII kembali jatuh hingga ARB untuk hari ketiga secara beruntun. Hari ini, saham DCII melemah 20% menjadi Rp 115.800.
Emiten market cap besar lainnya yang jatuh adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) anjlok 5,25% menjadi Rp 40.175, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) melemah 19% menjadi Rp 8.200, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) anjlok 5,12% menjadi Rp 6.025.

