IHSG Ambrol 6,5% Akibat MSCI, Analis Sebut Panic Selling Dominasi Pasar
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ambrol 586 poin atau 6,53% ke level 8.393 pada pembukaan perdagangan, Rabu (28/1/2026). Tekanan jual terjadi setelah MSCI Global Standard Index membekukan review konstituen domestik dalam MSCI Investable Market Indexes.
“Pengumuman dari MSCI menjadi katalis negatif bagi market di Indonesia. Hal ini dapat kita cermati dengan adanya panic selling di IHSG pagi ini dan dibuka terkoreksi 6,5%,” jelas Technical Analyst MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, kepada Investortrust di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Baca Juga
BEI Ungkap Rencana Ini Usai MSCI Bekukan Review Pasar Saham Indonesia
Namun, Herditya menilai, pelemahan IHSG hari ini sebenarnya masih sejalan dengan proyeksi teknikal MNC Sekuritas. Tanpa pengumuman MSCI sekalipun, IHSG diperkirakan rawan terkoreksi karena indeks berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5.
Sebelum pengumuman MSCI, MNC Sekuritas telah memperkirakan IHSG turun dengan proyeksi terendah di level 8.708. Realisasi penurunan yang terjadi justru melampaui ekspektasi analis.
Baca Juga
Mayday! IHSG Dibuka Terjun 6,53% Akibat Keputusan MSCI, Seluruh Saham Big Cap Anjlok Parah
“Kami mencermati dengan adanya tekanan yang besar hari ini ada peluang technical rebound ke depannya,” imbuh analis yang akrab disapa Didit tersebut.
Dalam laporan terpisah, MSCI mengungkapkan bahwa Indonesia berpotensi mengalami penurunan bobot di MSCI Emerging Markets, bahkan membuka peluang reklasifikasi ke Frontier Market jika hingga Mei 2026 belum terdapat peningkatan signifikan terkait transparansi data saham.
Pagi ini, hampir seluruh sektor saham di BEI anjlok. Sektor energi memimpin pelemahan dengan penurunan 9,24%, disusul sektor infrastruktur 7,42%, sektor material dasar 6,06%, dan sektor properti 5,44%.
Baca Juga
Saham-saham berkapitalisasi besar (big cap) seperti BREN, BBCA, BMRI, BBNIdan TPIA turut tertekan pada awal perdagangan. Seluruh saham konglomerasi juga anjlok, seperti emiten Prajogo Pangestu, grup Aguan, Happy Hapsoro, dan grup lainnya.
Adapun pada perdagangan Selasa (27/1/2026), IHSG sempat ditutup naik tipis 4,9 poin atau 0,05% ke 8.980. Investor asing mencatat net sell sebesar Rp 1,61 triliun, dengan BBCA menjadi penyumbang terbesar mencapai Rp 1,10 triliun.

