Ekspansi Tambang dan Kinerja Solid Dorong Prospek Saham BRMS
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Emiten tambang emas dan mineral, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), mencatatkan sejumlah aksi korporasi strategis sepanjang 2025 yang menjadi katalis penting bagi kinerja fundamental perseroan serta persepsi pasar atas sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).
BRMS mengamankan fasilitas pinjaman sindikasi senilai US$ 625 juta dari konsorsium perbankan yang melibatkan Bangkok Bank, PT Bank Permata Tbk, Bank Mega, dan Bank Central Asia (BCA) untuk mendanai perluasan proyek pertambangan emas underground di Palu, Sulawesi Tengah, serta program eksplorasi di Gorontalo, Aceh, dan Banten.
Disampaikan Charles Gobel, Chief Financial Officer & Direktur BRMS dalam siaran persnya medio November 2025 lalu, fasilitas pinjaman tersebut memiliki jangka waktu 6 tahun termasuk grace period sekitar 10 bulan. "Pinjaman tersebut akan jatuh tempo pada 31 Desember 2031," kata Charles saat itu. Charles juga merinci bahwa fasilitas pinjaman sebesar US$ 625 juta tersebut terbagi atas dari US$ 425 juta untuk anak usaha perseroan PT Citra Palu Minerals, dan sisanya sebesar US$ 200 juta untuk BRMS.
Pinjaman ini merupakan komitmen pendanaan jangka panjang yang akan memperkuat kapasitas produksi BRMS, termasuk perluasan pabrik pemrosesan emas dari 500 ton menjadi 2.000 ton ore per hari, ditargetkan rampung Q4‐2026.
Baca Juga
Menanti Keputusan MSCI, Saham BUMI–BRMS–DEWA Bergerak Campuran
Dalam kesempatan yang sama, CEO & Direktur Utama BRMS, Agus Projosasmito kembali menyampaikan bahwa fasilitas pinjaman tersebut digunakan untuk mendanai peningkatan kapasitas pemrosesan salah satu pabrik emas di Palu dari 500 ton menjadi 2.000 ton bijih per hari yang akan diselesaikan pada bulan Oktober 2026. Berikutnya dana pinjaman tadi akan digunakan untuk menyelesaikan konstruksi tambang emas bawah tanah di Palu, serta aktifitas pengeboran & eksplorasi di beberapa lokasi tambang di Gorontalo dalam 18 bulan ke depan.
"Kami berharap untuk dapat meningkatkan jumlah sumber daya dan cadangan mineral tembaga kami di Gorontalo, dan mengumumkan hasil pengeborannya pada semester pertama tahun 2027," kata Agus Projo.
Langkah ini mencerminkan strategi BRMS untuk memperkuat fundamental produksi dan membuka basis operasi komersial baru di segmen emas serta mineral lain.
Dari sisi kinerja keuangan sepanjang 2025, BRMS menunjukkan performa yang solid di tengah fluktuasi harga komoditas global. Pendapatan dilaporkan tumbuh tajam didorong oleh kenaikan volume penjualan emas serta harga jual rata-rata yang tinggi.
Dari sisi kinerja di Kuartal III 2025, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada kuartal III-2025, tecermin dari pendapatan sebesar Rp3,06 triliun dengan laba bersih mencapai Rp632,3 miliar. Dari sisi profitabilitas, BRMS membukukan laba kotor Rp1,72 triliun dan laba operasional Rp1,16 triliun, dengan EBITDA yang tercatat sebesar Rp1,28 triliun.
Pada neraca keuangan, BRMS mencatatkan total aset sebesar Rp20,31 triliun dengan total ekuitas mencapai Rp17,22 triliun. Posisi kas tercatat Rp467,9 miliar, sementara total liabilitas berbasis utang terdiri atas utang jangka pendek sebesar Rp2,86 triliun dan utang jangka panjang Rp230,3 miliar, yang mencerminkan tingkat leverage yang masih moderat.
Pada perdagangan Jumat 22 Januari 2026, saham BRMS ditutup menguat 2,04% di level Rp 1.250.
Mengutip InvestingPro, rata-rata target harga 12 bulan untuk BRMS berada di sekitar Rp 1.130, dengan kisaran tertinggi hingga Rp 1.350 dan terendah Rp 950. Rekomendasi analis secara umum adalah Buy dengan fokus pada potensi pertumbuhan fundamental dan prospek harga emas jangka menengah.

