Menanti Keputusan MSCI, Saham BUMI–BRMS–DEWA Bergerak Campuran
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Tiga saham emiten Grup Bakrie, yakni PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA), yang berpeluang masuk dalam rebalancing indeks global MSCI ini mencatatkan kinerja beragam pada penutupan perdagangan Kamis (15/1/2026).
Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BUMI melemah 12 poin (2,84%) ke Rp 410 dan BRMS turun 25 poin (2%) ke Rp 1.225. Sebaliknya saham DEWA justru menguat 15 poin (2%) ke Rp 765.
Baca Juga
Masuk MSCI hingga Ekspansi Besar Dimulai, Saham BRMS Direvisi Naik ke Level Ini
Pengamat pasar modal Reydi Octa menilai bahwa pergerakan beragam saham Grup Bakrie tersebut dipengaruhi ketidakpastian menjelang pengumuman rebalancing MSCI. Menurutnya, pelaku pasar cenderung melakukan penyesuaian portofolio dan bersikap hati-hati.
“Pada momen seperti ini, aliran dana cenderung keluar karena melakukan adjustment dengan taking profit atau mengurangi bobot hingga nanti keputusan final,” ujar Reydi.
Dari sisi prospek, Reydi menyebutkan, BUMI memiliki peluang naik kelas ke MSCI Standard Index. Jika terjadi, potensi capital inflow dinilai signifikan dan menjadi katalis utama bagi pergerakan saham.
Baca Juga
Apindo Nilai Target Pertumbuhan Manufaktur 5,51% di 2026 Realistis, Tapi Ada Catatan
Adapun BRMS dinilai telah mengalami reli kuat dengan konsensus target harga berada di kisaran Rp 1.200–1.350. Sementara DEWA dinilai masih berkorelasi erat dengan kinerja kontraktor pertambangan yang sensitif terhadap siklus komoditas global.
“Jika BUMI atau entitas lain Grup Bakrie masuk dalam indeks MSCI, efek sentimen bisa ikut mengangkat saham emiten grup ini,” lanjut Reydi.
Dari sisi teknikal, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana merekomendasikan trading buy saham DEWA dengan support Rp 690 dan resistance Rp 760, target Rp 815–865. Saham BUMI direkomendasi speculative buy dengan support Rp 394 dan resistance Rp 434, target Rp 450–462. Adapun BRMS direkomendasikan trading buy dengan support Rp 1.180 dan resistance Rp 1.285, target Rp 1.325–1.350.
Sebelumnya, riset Samuel Sekuritas mencatat BUMI masuk daftar potential inclusions untuk MSCI Indonesia Global Standard dengan kapitalisasi pasar US$ 10.339 juta dan free float 28,3%. Potensi foreign inflow diperkirakan US$ 180–300 juta. Untuk MSCI Indonesia Small Cap, DEWA juga tercatat sebagai potential inclusion dengan kapitalisasi pasar US$ 1.990 juta dan free float 56,9%.

