Mitratel (MTEL) Catat Kinerja Solid di Kuartal I-2026, Ekspansi FWA dan Fiberisasi Berlanjut
JAKARTA, investortrust.id – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang solid, seiring implementasi strategi ekspansi terarah untuk memperluas konektivitas digital di seluruh Indonesia. Hal ini ditunjukkan keberhasilan mempertahankan kenaikan laba bersih sebanyak 3,6% menjadi Rp 545 miliar pada kuartal I-2026.
Perseroan mempertegas posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital dengan mendukung percepatan program Internet Rakyat melalui pengembangan solusi Fixed Wireless Access (FWA).
Baca Juga
FWA Jadi Game Changer, Mitratel (MTEL) Bidik Pertumbuhan Baru dari Internet Rakyat
Transformasi bisnis Mitratel kini tidak lagi terbatas pada pembangunan menara telekomunikasi. Perseroan mengembangkan model Next Generation TowerCo dengan memperluas layanan beyond tower yang terintegrasi. Selain penguatan ekosistem FWA berbasis jaringan fiber optic, Mitratel juga mengusulkan penambahan kegiatan usaha Power-as-a-Service (PaaS) sebagai bagian dari strategi menghadirkan solusi infrastruktur yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko mengatakan, pengembangan ekosistem terintegrasi termasuk FWA dan PaaS menjadi langkah strategis untuk mendorong pemerataan konektivitas digital nasional.
Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya menghadirkan akses internet berkualitas dan terjangkau, tetapi juga memastikan ketersediaan energi yang andal untuk mendukung operasional jaringan, khususnya di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur kelistrikan.
Baca Juga
Mitratel (MTEL) Cetak Laba Rp 2,12 Triliun di 2025, Bisnis Fiber Tumbuh Pesat
Dari sisi operasional, hingga kuartal I-2026 Mitratel mengelola 40.327 menara, tumbuh 1,9% secara tahunan. Lebih dari 59% portofolio berada di luar Pulau Jawa, termasuk wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), mencerminkan fokus ekspansi yang sejalan dengan pemerataan infrastruktur nasional.
Kepercayaan operator seluler juga meningkat, tercermin dari pertumbuhan kolokasi sebesar 11,3% menjadi 23.006 unit serta peningkatan tenancy ratio menjadi 1,57x. Di sisi lain, jaringan fiber optic perseroan tumbuh 17,3% menjadi 72.842 km billable length, memperkuat peran Mitratel dalam pengembangan Fiber-to-the-Tower (FTTT).
Pertumbuhan Keuangan
Kinerja operasional tersebut turut mendorong pertumbuhan keuangan. Pada kuartal I-2026, Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp 2,29 triliun atau tumbuh 1,4% secara tahunan, dengan laba bersih mencapai Rp545 miliar atau meningkat 3,6% YoY. EBITDA margin tetap terjaga di level 82,7%, mencerminkan efisiensi operasional dan kualitas pendapatan.
Baca Juga
Harga Minyak Tembus US$ 126 per Barel, Trump Bersiap Lanjutkan Perang di Iran
Dengan struktur permodalan yang sehat dan leverage terkendali, Mitratel memiliki fleksibilitas untuk melanjutkan ekspansi, baik secara organik maupun melalui peluang anorganik sepanjang 2026.
Ke depan, perseroan berada pada posisi strategis untuk menangkap peluang dari akselerasi penggelaran jaringan 5G di Indonesia. Upaya densifikasi menara, penguatan fiberisasi, serta pengembangan layanan PaaS menjadi fondasi dalam mendukung kebutuhan kapasitas, keandalan energi, dan latensi rendah.
Di sisi keberlanjutan, Mitratel terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Dengan skor risiko ESG sebesar 18,8 atau kategori risiko rendah dari Sustainalytics, perseroan mempertahankan posisinya sebagai salah satu perusahaan infrastruktur telekomunikasi dengan kinerja ESG terdepan di Indonesia.

