Prospek Cerah: Kinerja Solid & Ekspor Melonjak, Saham SIDO Simpan Potensi Kenaikan Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menyimpan potensi kenaikan secara bertahap didukung kinerja operasional dan keuangan yang kuat. Prospek ini juga didukung kepemimpinan pasar pada kategori obat herbal untuk gejala flu, pertumbuhan ekspor yang menjanjikan, serta rasio dividen yang tinggi.
Hal ini mendorong Phillip Sekuritas Indonesia untuk mempertahankan rekomendasi beli saham SIDO dengan target harga Rp 690 per saham. Dengan target tersebut terbuka potensi penguatan harga saham ini lebih dari 29% dari harga penutupan kemarin. Target harga tersebut mencerminkan perkiraan valuasi P/E tahun 2025-2026 pada kisaran 16,8x–15,7x.
Baca Juga
Petrosea (PTRO) Memasuki Fase Pertumbuhan Kuat 2026, Intip Prospek dan Target Sahamnya
Analis Phillip Sekuritas Indonesia Helen mengatakan, SIDO mencatat kinerja solid sepanjang 9 bulan 2025, meski pendapatan kuartal III mengalami perlambatan musiman. Perseroan melaporkan kenaikan pendapatan sebanyak 3,9% menjadi Rp 2,7 triliun hingga September 2025 atau sesuai dengan ekspektasi yang mencerminkan 66% dari target 2025.
Estimasi Kinerja SIDO
Penyumbang utama masih berasal dari segmen Herbal Medicine & Supplement dengan kenaikan 3,9% YoY menjadi Rp 1,6 triliun, ditopang oleh dominasi Tolak Angin dan pertumbuhan ekspor essential oils serta produk Tolak Angin Care. Segmen Food & Beverages naik 4,4% YoY menjadi Rp 1 triliun berkat pertumbuhan dua digit pada produk susu dan kopi. Sebaliknya, segmen Farmasi turun tipis 1,88% YoY menjadi Rp 93,5 miliar.
Perseroan juga berhasil mencatatkan efisiensi biaya dan pengelolaan harga yang membantu menekan volatilitas input cost. Beban pokok penjualan naik 3,8% YoY, sementara laba kotor naik 4,0% YoY menjadi Rp 1,5 triliun. Seluruh faktor tersebut menjadikan pertumbuhan laba bersih SIDO sebanyak 5,2% YoY menjadi Rp 818,5 miliar hingga September 2025.
Baca Juga
Sido Muncul (SIDO) Bagikan Dividen Interim Rp 647,57 Miliar, Intip Jadwalnya
SIDO juga berhasil mempertahankan profitabilitas yang kuat dengan margin laba kotor stabil di 56,7%, margin operasi sebesar 37,3%, dan margin laba bersih meningkat menjadi 30%. “Ekspor menjadi motor pertumbuhan penting, melonjak 23% YoY dan berkontribusi 9,7% terhadap total pendapatan. Produk SIDO kini diekspor ke 34 negara,” tulisnya.
Prospek kuat saham SIDO tersebut juga didukung penambahan portofolio kesehatan dan kecantikan, seperti peluncuran sejumlah produk baru pada Oktober 2025, termasuk C+ Collagen Strawberry Lemonade, Sido Muncul Natural Mahoni, dan Sido Muncul Natural Sari Daun Salam, sejalan dengan tren konsumen terhadap produk natural dan preventif.
Terkait kinerja keuangan, Phillip Sekuritas menargetkan kenaikan pendapatan SIDO menjadi Rp 4,13 triliun tahun ini, dibandingkan tahun lalu Rp 3,91 triliun. Laba bersih juga diharapkan naik dari Rp 1,17 triliun menjadi Rp 1,23 triliun tahun ini.

