Ancaman Tarif AS Guncang Pasar Global, Bitcoin Turun ke Level Terendah Dua Pekan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bitcoin dan Ethereum kembali menguji level terendah dalam lebih dari dua pekan setelah pasar kripto dan saham global merespon ancaman tarif terbaru dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Kebijakan itu dinilai menambah tekanan sentimen risiko di pasar keuangan.
Melansir CoinTelegraph, Rabu (21/1/2026), ancaman tarif itu disebut sebagai upaya pemerintah AS untuk menekan Denmark agar mempertimbangkan kembali kontrolnya atas Greenland.
Namun, negara-negara Eropa menunjukkan sikap enggan bernegosiasi, sehingga memicu kekhawatiran investor dan mendorong pergeseran ke aset yang lebih aman.
Baca Juga
Di WEF Davos 2026 CEO Coinbase Tegaskan Bank dan Kripto Harus Setara
Pada Selasa (20/1/2026), indeks S&P 500 anjlok 1,9%, sementara harga emas melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa. Di sisi lain, total kapitalisasi pasar kripto turun menjadi US$ 2,71 triliun, dari hampir US$ 3 triliun pada Rabu pekan sebelumnya.
Miliarder sekaligus manajer hedge fund Ray Dalio mengatakan, dunia kemungkinan memasuki fase baru konflik keuangan global. Pemerintah asing mulai meninjau ulang eksposur mereka terhadap aset-aset AS di tengah ketidakpastian ekonomi.
Sebelumnya, Dalio juga menyoroti melemahnya kepercayaan terhadap dolar AS. Meski kondisi ini secara teori dapat menguntungkan kripto sebagai alternatif sistem moneter, justru perak tampil sebagai aset unggulan. Sejak Desember, harga perak melonjak 64% dengan kapitalisasi pasar mencapai US$ 5,3 triliun.
Sementara itu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan, respon Uni Eropa terhadap ancaman AS akan bersifat ‘tegas, bersatu, dan proporsional’. Pernyataan tersebut menambah kekhawatiran pasar akan dampak lanjutan terhadap saham global.
Saat ini Bitcoin menempati peringkat kedelapan aset global yang dapat diperdagangkan dengan kapitalisasi pasar sekitar US$ 1,8 triliun. Namun, posisinya mulai terkejar oleh perusahaan besar seperti TSMC dan Saudi Aramco.
Sementara itu, posisi Ether terlihat lebih rapuh dengan kapitalisasi pasar sekitar US$ 360 miliar, turun ke peringkat 42 global setelah disalip oleh Home Depot dan Netflix.
Baca Juga
Transisi Tuntas, OJK Kini Awasi Penuh Aset Keuangan Digital dan Kripto
Fokus investor kini semakin tertuju pada risiko makroekonomi, terutama ketika bank sentral global menghadapi tekanan akibat meningkatnya biaya penerbitan utang.
Terlepas dari itu, jika melirik data CoinMarketCap, hari ini, Rabu (21/1/2025), harga Bitcoin berada di level US$ 89.385,40 pada pukul 11.41 WIB, atau menurun 3,09% dalam 24 jam terakhir.
Analisa saham dan kripto dengan mudah dan cepat dengan InvestingPro, dapatkan diskon tambahan khusus untuk pembaca Investortrust, klik di sini

