Transformasi Bisnis dan Dukungan Konglomerat Dorong Prospek Surya Semesata (SSIA) makin Solid
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) dinilai memiliki prospek jangka panjang yang solid, seiring transformasi bisnis dari emiten properti konvensional menjadi pemain kawasan industri dan infrastruktur.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta menilai bahwa, SSIA tak lagi sekadar perusahaan penjualan properti, melainkan memiliki nilai strategis dari sisi kawasan industri dan logistik.
Baca Juga
Surya Semesta (SSIA) Pertahankan Dividen 30%, Fokus Genjot Subang Smartpolitan
“SSIA menjadi emiten berbasis infrastruktur dan industri karena dia memiliki Subang Smartpolitan. Kualitas baik jika jalan tol akses Patimban bisa meningkatkan value SSIA karena posisi akan menjadi sangat strategis,” ujar Nafan kepada investortrust.id.
Menurutnya, potensi industrialisasi berbasis teknologi turut membuka peluang pertumbuhan baru bagi SSIA. “Jika ada potensi industrialisasi 4.0 di Indonesia, ini dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi baru dan menjadi benefit bagi SSIA untuk jangka panjang,” lanjut Nafan.
Dukungan Konglomerat
Sementara itu, Pengamat Pasar Modal Reydi Octa menilai kehadiran dua kelompok konglomerasi besar menjadi sentimen positif bagi arah bisnis SSIA.
“Saham SSIA mendapat dorongan positif dari dua konglomerat besar yaitu Grup Djarum dan Prajogo Pangestu, meningkatkan optimisme pasar terhadap arah pengembangan SSIA ke depan,” kata Reydi.
Saat ini, kepemilikan saham SSIA didominasi masyarakat sebesar 55% atau 2,59 miliar saham. Adapun Grup Djarum melalui PT Dwimuria Investama Andalan memiliki 10,24% saham, disusul Prajogo Pangestu melalui PT Henan Putihrai Asset Management dengan porsi 9,49%.
Baca Juga
Didukung Sentimen Grup Djarum dan Peluang Masuk MSCI, Saham SSIA bisa Menuju Level Ini
Reydi menilai SSIA memiliki struktur bisnis terdiversifikasi meliputi kawasan industri, properti, konstruksi hingga perhotelan. Namun peluang pembagian dividen dinilai masih terbatas karena SSIA masih berada dalam fase pemulihan.
“SSIA lebih dikategorikan saham long term play dengan pemegang saham yang kuat dan kawasan industri yang memiliki pertumbuhan jangka panjang,” katanya.
Target Harga
Dari sisi valuasi, Nafan memproyeksikan SSIA sebagai saham jangka panjang dengan target harga Rp 1.980.
Adapun analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana alias Didit menilai secara teknikal SSIA berada pada area trading buy dengan support Rp 1.720 dan resistance Rp 1.800, serta target harga Rp 1.840–Rp 1.900.
Baca Juga
Usai Saham Naik 159% dan Disuspensi BEI, Ifishdeco (IFSH) Umumkan Aksi Korporasi Ini
Pada kuartal III-2025, SSIA mencatat pertumbuhan pendapatan 15,3% (qoq) menjadi Rp 1.203,2 triliun, ditopang kinerja positif seluruh segmen. Segmen properti tumbuh 18,0% menjadi Rp 206,3 miliar, konstruksi naik 16,7% menjadi Rp 948,7 miliar, dan perhotelan meningkat 17,5% menjadi Rp 136,3 miliar.
Surya Semesta (SSIA) juga berhasil bermanuver dengan raihan laba bersih senilai Rp 38,8 miliar pada kuartal III-2025, dari rugi bersih Rp 10,6 miliar pada kuartal II-2025.

