Target Saham Surya Semesta (SSIA) Dipangkas, Pemicunya Lahan Industri Ini
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas merevisi turun target harga saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) dari Rp 1.400 menjadi Rp 1.300 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Meski dipangkas, potensi cuan saham ini masih besar dibandingkan harga saat ini Rp 1.025.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Ismail Fakhri Suweleh mengatakan, pemangkasan target harga tersebut merefleksikan kegagalan SSIA merealisasikan target penjualan lahan industry seluas 20 hektare hanya menjadi 162 ha.
Baca Juga
Penjualan lahan industry perseroan tahun lalu seluas 141 hektare berasal dari Kawasan industry miliknya di Subang dan seluas 21 hektare berasal dari Kawasan industry di Karawang.
Estimasi Kinerja Keuangan SSIA
Dengan penjualan lahan industry seluas 162 hektare, perseroan merealisasikan penjualan marketing senilai Rp 2 triliun. Angka tersebut hanya merefleksikan 87% dari target senilai Rp 2,2 triliun. Penurunan tersebut membuat target laba bersih tahun lalu dipangkas dari semula Rp 500 miliar menjadi hanya Rp 300 miliar. Sedangkan hingga September 2024, perseroan kantongi laba bersih Rp 228 miliar.
Baca Juga
Penurunan luas lahan yang terjual tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi turun target pendapatan SSIA tahun ini dari semula Rp 6,15 triliun menjadi Rp 6,07 triliun dan estimasi laba bersih direvisi turun dari Rp 572 miliar menjadi Rp 289 miliar. Demikian juga dengan estimasi laba bersih tahun 2025 direvisi turun dari Rp 581 miliar menjadi Rp 294 miliar.
Meski demikian, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa SSIA memiliki potensi pertumbuhan kuat dalam jangka panjang didukung Kawasan industry Subang milik perseroan kini telah menjadi hub ekosistem mobil Listrik di Indonesia. Hal ini setelah BYD membeli lahan di Kawasan tersebut dan mulai membangun pabrik.
Grafik Saham SSIA

