IHSG Sesi I Ditutup Tergerus 1,24%, Sebaliknya 6 Saham Dipimpin INAI justru ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (21/1/2026), ditutup anjlok parah 113,21 poin (1,24%) menjadi 9.021. Rentang pergerakan 8.999-9138 dengan nilai transaksi Rp 19,69 triliun.
Kejatuhan pasar saham ini sejalan dengan rontoknya seluruh bursa dunia dipicu sentimen negative dari Amerika Serikat. Tekanan terhadap indeks juga datang dari saham konglomerasi Astra International (ASII) setelah pemerintah membekukan izin pertambangan Angincourt Resources.
Baca Juga
COIN Rontok 25%, Manajemen Terapkan Strategi Kehati-hatian Gunakan Dana IPO Saham
Data BEI menyebutkan bahwa dua saham grup Astra menjadi penekan utama indeks sesi I setelaah UNTR anjlok hingga auto reject bawah (ARB) sebanyak 14,93% menjadi Rp 27.200 dan ASII melemah 11,34% menjadi Rp 6.450. Penurunan juga dipicu kejatuhan saham property milik Aguan, seperti PANI dan CBDK.
Dari sisi sektor, penurunan paling dalam melanda saham sektor industry 6,77%, sektor property 3,34%, sektor keuangan 1,25%, sektor teknologi 1,40%, sektor infrastruktur 1,44%, sektor energi 1,03%, dan sektor konsumer primer 0,57%. Satu-satunya sektor saham yang berhasil naik adalah material dasar.
Meski IHSG anjlok sejumlah saham ini melambung hingga auto reject atas (ARA), seperti saham INAI naik 34,41% menjadi Rp 250, UANG melesat 25% menjadi Rp 6.250, AIMS menguat 24,76% menjadi Rp 655, RMKO naik 24,72% menjadi Rp 1.110, CBPE menguat 24,68% menjadi Rp 384, dan MKAP melesat 24,65% menjadi Rp 910.
Baca Juga
Ancaman Tarif AS Guncang Pasar Global, Bitcoin Turun ke Level Terendah Dua Pekan
Meski tak ARA, sejumlah saham ini torehkan penguatan pesat, seperti saham BELL naik 24,32% menjadi Rp 184, SSTM menguat 21,61% menjadi Rp 3.770, ESIP menguat 21,43% menjadi Rp 102, dan STAR naik 19,80% menjadi Rp 605.
Kemarin, IHSG ditutup naik naik tipis 0,83 poin (0,01%) menjadi 9.134 dengan pemodal asing melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham di seluruh pasar senilai Rp 98,20 miliar. Net sell terbanyak melanda saham BUMI senilai Rp 766,35 miliar, BBCA senilai Rp 267,85 miliar, dan CUAN senilai Rp 85,49 miliar.
Penguatan tipis ini dipicu atas penurunan tiba-tiba harga saham DSSA lebih dari 10% menjadi Rp 102.000. Penurunan tersebut berdampak besar terhadap indeks, karena DSSA tercatat sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar saham masuk lima besar. Sebaliknya saham EMAS sebanyak 18,18% menjadi Rp 6.500 dan MDKA naik 4,90% menjadi Rp 3.210 jadi penyelamat IHSG hari ini.
Baca Juga
Trump Ngotot Ambil Alih Greenland, Sebut ‘Tak Ada Jalan Kembali’
Sejalan dengan kenaikan tersebut, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), seperti AWAN menguat 34,50% menjadi Rp 230, TOSK menguat 34,85% menjadi Rp 89, dan BAIK naik 34,69% menjadi Rp 264. ARA juga melanda saham IFII sebanyak 25% menjadi Rp 290, AIMS naik 25% menjadi Rp 525, KDTN naik 25% menjadi Rp 1.575, dan NATO naik 25% menjadi Rp 775.
ARA juga melanda saham KEEN sebanyak 24,76% menjadi Rp 1.285, ELIT naik 24,49% menjadi Rp 366, CARE menguat 24,81% menjadi Rp 830, VISI menguat 24,86% menjadi Rp 462, HOPE naik 24,48% menjadi Rp 356, KICI naik 24,30% menjadi Rp 266, TRON naik 24,56% menjadi Rp 284, RISE naik 19,85% menjadi Rp 7.850, dan RLCO naik 20% menjadi Rp 8.700.

