COIN Rontok 25%, Manajemen Terapkan Strategi Kehati-hatian Gunakan Dana IPO Saham
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) memastikan penerapan prinsip kehati-hatian dalam penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) saham. Perseroan memilih menunggu momentum pasar yang lebih tepat.
Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), saham COIN telah anjlok lebih dari 25% menjadi Rp 2.910 dalam sebulan terakhir. Bahkan harga tersebut telah jauh di bawah level tertinggi intraday COIN Rp 4.800 pada 10 Desember 2025. Meski demikian, harga saat ini masih jauh di atas harga IPO saham senilai Rp 100 per unit saat listing 9 Juli 2025.
Baca Juga
COIN Laporkan Realisasi Dana IPO Saham, Seluruhnya Dialokasikan untuk Modal Kerja
Sebagaimana diketahui, COIN sebelumnya menggalang pendanaan melaui IPO saham pada 9 Juli 2025 dengan perolehan Rp 220,58 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk memperkuat modal belanja dua entitas, yakni Bursa Kripto PT Central Finansial X (CFX) senilai Rp 175,99 miliar atau 85%, serta Lembaga Kustodian PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) senilai Rp 31,05 miliar atau 15%.
Manajemen melalui penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (21/1/2026), menyebutkan bahwa hingga kini, dana IPO saham itu belum direalisasikan dan masih ditempatkan pada instrumen perbankan, seperti deposito dan giro, guna menjaga keamanan sekaligus fleksibilitas.
Direktur Utama COIN Ade Wahyu menjelaskan, kebijakan tersebut diambil berdasarkan dinamika industri aset kripto yang terus berkembang, sekaligus mempertimbangkan fundamental CFX dan ICC yang dinilai masih kuat.
Baca Juga
Prospek Infrastruktur Kripto Menguat, Samuel Sekuritas Bidik Saham COIN Bisa ke Level Ini
“Kami juga melihat fundamental dan posisi keuangan anak perusahaan kami, yakni Bursa CFX dan ICC sebagai bursa dan kustodian aset kripto pertama yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berada dalam posisi yang kuat. Untuk itu, kami akan mengamati situasi dan perkembangan pasar terlebih dahulu, sebelum menggunakan dana IPO,” kata Ade dalam penjelasan resminya.
Dia menambahkan bahwa kondisi likuiditas internal yang solid di kedua entitas memberi ruang bagi COIN untuk tidak terburu-buru melakukan injeksi modal. Hal ini memungkinkan perseroan mengevaluasi momentum penggunaan dana agar lebih optimal dalam mendorong ekspansi bisnis.
Baca Juga
Ancaman Tarif AS Guncang Pasar Global, Bitcoin Turun ke Level Terendah Dua Pekan
“Kami meyakini, strategi yang penuh kehati-hatian ini diambil agar penggunaan dana IPO menjadi lebih efisien, tepat sasaran, dan memberikan dampak multiplier yang maksimal bagi rencana jangka panjang perseroan,” ujarnya.
COIN menyatakan bahwa realisasi dana IPO saham akan diterapkan pada waktu yang dianggap paling tepat, seiring pemantauan berkelanjutan terhadap industri aset kripto yang dinamis. Strategi tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah optimal bagi pemegang saham.

