Saat Harga Sentuh Level Terendah dalam 52 Pekan, Dua Direksi Ini Akumulasi Saham Chandra Asri (TPIA)
JAKARTA, investortrust.id – Dua direktur PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) terpantau memborong saham dari pasar kemarin, Rabu (19/3/2025). Aksi pembelian tersebut dilakukan saat saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini anjlok pada perdagangan sehari sebelumnya.
Pembelian terbanyak dilakukan Erwin Ciputra dengan memborong sebanyak 308.900 saham TPIA dengan harga dalam rentang Rp 5.525 hingga 6.050. Aksi pembelian tersebut menjadikan total saham TPIA yang dimilikinya bertambah menjadi 139,40 juta saham.
Pembelian serupa juga dilakukan direktur Baritono Prajogo Pangestu, anak pengendali emiten ini Prajogo Pangestu. Dirinya membeli saham TPIA dengan harga Rp 68.500, sehingga total saham yang dimilikinya bertambah menjadi 229.600 unit.
Baca Juga
Sedangkan berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), saham TPIA telah melemah sebanyak 8% terhitung sejak awal tahun hingga saat ini menjadi Rp 6.900. Bahkan, kemarin saham TPIA sempat merosot menjadi Rp 5.275 atau level terendahnya dalam 52 pekan terakhir. Adapun pagi ini, saham TPIA bergerak melesat 12,65% menjadi Rp 6.900.
Sebelumnya, TPIA telah merilis kinerja keungan tahun 2024 dengan hasil mengecewakan ditunjukkan penurunan pendapatan dan pembengkakan rugi bersih.
Kinerja Keuangan TPIA
TPIA mencatatkan penurunan pendapatan dari US$ 2,15 miliar menjadi US$ 1,78 miliar pada 2024. Penurunan terdalam dipicu atas pelemahan pendapatan dari bisnis kimia. Sebaliknya bisnis infrastruktur masih catatkan pertumbuhan.
Baca Juga
Masuk Kategori PSN, Chandra Asri (TPIA) Siap Bangun Pabrik Senilai Rp 15 Triliun
Terkait pengembangan perseroan ke depan, Direktur Legal, External Affairs & Circular Economy Chandra Asri, Edi Rivai mengatakan, TPIA akan membangun pabrik Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Kota Cilegon, Banten. Nilai investasi untuk pembangunan pabrik ini diperkirakan mencapai Rp 15 triliun.
"Investasi yang sudah digelontorkan sampai 2024 lalu sebesar Rp 1,26 triliun dari total investasi CA-EDC Rp 15 triliun," ucapnya.
Emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu ini juga telah mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 8,8 triliun untuk memulai pembangunan pabrik tersebut.

