Harga Bitcoin Anjlok 27% dari Level Tertinggi, Ethereum Jatuh Ke Level Terendah 14 Bulan
JAKARTA, investortrust.id - Bitcoin (BTC) jatuh di bawah level US$ 80.000 untuk pertama kalinya sejak November 2024 di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi makro atas tarif yang diusulkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Bitcoin (BTC) pun anjlok ke level terendah tahunan baru.
Bitcoin terakhir diperdagangkan pada level ini pada 11 November, beberapa hari setelah Trump terpilih sebagai presiden AS, di tengah optimisme bahwa kebijakan pro kriptonya akan menyebabkan reli Bitcoin pada tahun 2025.
Namun menilik data Coinmarketcap, Jumat (28/2/2025) pukul 11.05 WIB, koin kripto nomor wahid ini terpantau di US$ 79.540, alias turun 27% dari titik tertinggi sepanjang masa yang dicapainya kurang dari enam minggu lalu. Adapun Bitcoin mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 109.241 pada 20 Januari 2025 yang merupakan hari pelantikan Trump.
Bitcoin tak kuat melawan derasnya sentimen negatif yang menyelimuti pasar kripto. Padahal tadi pagi, BTC nampak berusaha keras berbalik arah dengan mencatatkan kenaikan tipis. Namun tak lama kemudian, koin dengan market cap terbesar itu terseret kembali ke zona merah. Tak hanya BTC yang babak belur, koin-koin kripto secara keseluruhan juga tampak anjlok harganya.
Sebut saja Ethereum (ETH) turun 8% dalam 24 jam terakhir ke US$ 2.150. Ini merupakan level terendah dalam 14 bulan. Penurunan ini terjadi karena sentimen penghindaran risiko mencengkeram pasar tradisional dan kripto.
Melansir Cointelegraph, Jumat (28/2/2025) selama beberapa hari terakhir, sebagian besar trader kripto memandang US$ 82.000 sebagai potensi titik terendah untuk Bitcoin, tetapi banyak yang sekarang bersiap untuk pergerakan menuju US$ 70.000.
Trader kripto dmac mengatakan dalam posting X pada 27 Februari bahwa ia melihat US$ 70.000 sebagai target. "Bitcoin belum diperdagangkan pada level harga US$ 70.000 sejak 5 November, setelah hasil jajak pendapat pemilu tampak menguntungkan bagi Trump," tulisnya.
Bitcoin memang belum pernah mencapai level seperti itu sejak awal 2025, yang menimbulkan kekhawatiran tentang tren penurunan yang berkepanjangan.
Baca Juga
Ethereum Masih Dalam Tekanan, Bitcoin Berjuang Keras Bangkit
Sementara itu, data dari platform prediksi kripto Polymarket menunjukkan komunitas terbagi mengenai apakah Bitcoin akan bangkit kembali atau turun ke US$ 70.000. "Hampir 50/50 peluangnya untuk terus merosot & jatuh di bawah $70k," kata Polymarket dalam posting X pada 27 Februari.
Banyak pengamat menunjuk ketidakpastian ekonomi makro dan kekhawatiran atas tarif yang diusulkan Presiden AS Donald Trump sebagai alasan utama penurunan Bitcoin dan pasar kripto yang lebih luas.
Meskipun terjadi volatilitas baru-baru ini selama beberapa hari terakhir, lembaga-lembaga masih tetap optimis terhadap Bitcoin. Pada 27 Februari, kepala penelitian aset digital Standard Chartered, Geoffrey Kendrick, mengatakan bahwa ia memperkirakan harga Bitcoin akan mencapai US$ 200.000 tahun ini sebelum melonjak ke US$ 500.000 sebelum Presiden Trump menyelesaikan masa jabatan keduanya.
Sementara melansir Crypto News Land, BlackRock telah meningkatkan penjualan Bitcoin dan Ethereum. Manajer aset tersebut mentransfer 5.100 BTC dan 30.280 ETH ke Coinbase Prime. Langkah ini dilakukan pada saat pasar dipenuhi ketakutan, ketidakpastian, dan dampak selanjutnya.
Penjualan tersebut diselesaikan dalam beberapa transaksi. BlackRock mengirim Bitcoin dalam 17 batch yang masing-masing berisi 300 BTC. Transfer Ethereum terjadi dalam empat transaksi terpisah. Meskipun ada penjualan ini, BlackRock masih memiliki cadangan kripto yang signifikan.
Baca Juga
Standard Chartered Revisi Target Harga Bitcoin Dalam Jangka Pendek, Jadi Berapa?
Ketakutan Ekstrem
Aktivitas penjualan BlackRock telah menyebabkan perubahan pasar yang negatif di sektor kripto. Indeks Ketakutan dan Keserakahan Kripto menunjukkan ketakutan yang ekstrem setelah jatuh ke nilai 10. Pasar mengalami tingkat ketakutan ekstrem ini pada tahun 2022.
Beberapa faktor telah menyebabkan kepanikan ini. Runtuhnya koin meme Solana baru-baru ini telah mengguncang kepercayaan investor. Selain itu, kebijakan tarif Donald Trump telah menimbulkan kekhawatiran tentang ketidakpastian ekonomi. Peristiwa ini telah menyebabkan peningkatan tekanan jual di pasar kripto.
BlackRock bukan satu-satunya lembaga yang mengurangi kepemilikan kriptonya. Manajer aset lain juga telah menjual Bitcoin dan Ethereum dalam jumlah besar. ETF spot Bitcoin dan Ethereum AS mencatat arus keluar yang besar dalam 24 jam terakhir.
Dana Bitcoin mengalami arus keluar total sebesar US$ 754 juta. iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock memimpin penjualan, melepas US$ 418 juta dalam BTC. Wise Origin Bitcoin Fund (FBTC) milik Fidelity dan Ark 21 Shares Bitcoin ETF (ARKB) juga mengalami arus keluar yang signifikan. Fidelity mencatat penjualan Bitcoin sebesar US$ 145,7 juta, sementara ARKB menjual US$ 60,46 juta.
Dana Ethereum juga menghadapi arus keluar yang besar. iShares Ethereum Trust milik BlackRock memimpin penjualan, melepas hampir US$ 70 juta dalam ETH. Manajer aset utama lainnya juga mengurangi kepemilikan Ethereum mereka. Fidelity, Grayscale, dan Bitwise melaporkan arus keluar gabungan sebesar US$ 24,5 juta. Investor tampaknya menarik dana dari Ethereum di tengah ketidakpastian pasar. Tren ini dapat memberikan tekanan lebih lanjut pada harga Ethereum dalam jangka pendek.
Di sisi lain, analis mengamati dengan saksama pergerakan institusional. Penjualan skala besar dapat semakin menekan harga Bitcoin dan Ethereum. Namun, investor jangka panjang mungkin melihat ini sebagai peluang pembelian.

