Di WEF Davos 2026 CEO Coinbase Tegaskan Bank dan Kripto Harus Setara
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – CEO dan Co-Founder Coinbase Brian Armstrong menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) struktur pasar kripto Amerika Serikat dalam rangkaian Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss, yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026.
Dalam pernyataan video yang diunggah di platform X, Armstrong menyatakan bahwa Coinbase akan memanfaatkan forum global tersebut untuk melanjutkan diskusi dengan para pemimpin industri keuangan, khususnya CEO bank-bank besar, guna menjembatani perbedaan pandangan terkait regulasi kripto.
Dilansir dari The Block, Selasa (20/1/2026) Armstrong menilai, keberadaan stablecoin dapat menjadi titik temu antara industri kripto dan perbankan tradisional dengan menciptakan level playing field yang setara. Ia menegaskan hasil diskusi tersebut akan dibawa ke Senat AS dan pemerintah guna mendorong percepatan proses legislasi.
Baca Juga
CEO Coinbase Bantah Adanya Bentrokan dengan Gedung Putih soal Aturan Kripto di AS
Selain fokus pada isu regulasi, Armstrong juga menyebut akan berdialog dengan para pemimpin dunia di Davos mengenai potensi kripto dalam memodernisasi sistem keuangan tradisional, termasuk peluang tokenisasi aset untuk memperluas dan mendemokratisasi akses ke pasar modal global.
Sebelumnya, Brian Armstrong menyatakan ambisi besar untuk menjadikan pihaknya sebagai aplikasi keuangan terpadu (super app) yang mampu menggantikan peran perbankan tradisional.
Ia mengungkapkan bahwa Coinbase tengah menyiapkan beragam layanan keuangan lengkap berbasis teknologi kripto, mulai dari pembayaran, kartu kredit, hingga program imbalan.
“Kami ingin menjadi super app dan menyediakan semua jenis layanan keuangan. Kami ingin menjadi rekening utama masyarakat, dan saya pikir kripto berhak mendapat posisi itu,” ujarnya Brian, dilansir dari Cointelegraph, Senin (22/9/2025).
Baca Juga
Coinbase Bidik Jadi “Super App” Keuangan, Siap Tantang Bank Konvensional
Ia mengkritik sistem perbankan saat ini yang dianggap ketinggalan zaman dan membebani konsumen dengan biaya transaksi tinggi. “Mengherankan. Mengapa kita harus membayar 2%-3% setiap kali menggesek kartu kredit?. Itu hanya data yang mengalir di internet. Seharusnya gratis atau nyaris gratis,” katanya.
Coinbase menargetkan dapat menghadirkan layanan yang lebih efisien, termasuk kartu kredit dengan imbalan 4% dalam bentuk Bitcoin. Langkah agresif ini muncul di tengah kejelasan regulasi kripto di Amerika Serikat (AS).
Brian menyebut sejumlah kemajuan, seperti pengesahan GENIUS Act serta pembahasan regulasi struktur pasar di Senat, sebagai tonggak penting. “Kereta barang telah meninggalkan stasiun,” ucapnya.

