Berharap dari Musim Hujan, Intip Target Kinerja dan Saham Sido Muncul (SIDO) Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) atau Sido Muncul diprediksi mencatatkan perbaikan kinerja keuangan sejak kuartal IV-2025, seiring dengan peluang kenaikan volume dan nilai penjualan.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo W dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin, menyebutkan bahwa penjualan berpotensi membaik pada kuartal IV-2025, ditopang musim akhir tahun dan intensitas hujan yang tinggi.
Baca Juga
Sido Muncul (SIDO) Bagikan Dividen Interim Rp 647,57 Miliar, Intip Jadwalnya
“Dengan mempertimbangkan prospek dan valuasi, riset memberikan rekomendasi trading buy saham SIDO dengan target harga Rp 595. Target tersebut mencerminkan P/E 25F/26F sebesar 15,1x/14,7x dan PBV 5,1x/5,1x,” tulisnya.
Pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin, saham SIDO ditutup Rp 545. Saati ini, SIDO diperdagangkan pada 13,4x P/E dan 4,7x PBV atau berada di atas rata-rata sektor.
Terkait kinerja keuangan pada kuartal III-2025, Kiwoom menyebutkan, kinerja keuangan perseroan menunjukkan pelemahan secara kuartalan, meski tetap mencatat pertumbuhan yang solid secara tahunan. Penjualan kuartal III-2025 hanya Rp 900 miliar atau tumbuh 23% dari periode sama tahun lalu, namun turun 13% dari kuartal II-2025. Begitu juga dengan laba bersih mencapai Rp 218 miliar atau naik 29% secara YoY, namunt urun 41% secara QoQ.
Baca Juga
Wall Street di Zona Merah, Aksi Jual Saham Teknologi Tekan Pasar
Secara kumulatif, kinerja SIDO pada sembilan bulan pertama 2025 masih berada di bawah ekspektasi. Penjualan naik 4% menjadi Rp 2,73 triliun atau setara 67% dari proyeksi setahun penuh. Sedangkan laba bersih sebesar Rp 819 miliar atau naik 5% atau 69% dari estimasi. “Kinerja ini mencerminkan pemulihan yang masih terbatas di tengah tekanan konsumsi. EBITDA tercatat Rp 1,10 triliun atau naik 2% dengan margin EBITDA relatif stabil di kisaran 40%,” tulisnya.
Sedangkan dari sisi segmen usaha, herbal tetap menjadi kontributor utama. Penjualan herbal mencapai Rp 527 miliar di kuartal III dan naik 4% menjadi Rp 1,61 triliun Januari-September 2025. Segmen makanan dan minuman juga mencatat pertumbuhan dengan penjualan Rp 343 miliar di kuartal III dan Rp 1,03 triliun pada Januari-September 2025.

