IHSG Tembus 9.000, BEI Ungkap Hal Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tembus level tertinggi baru sepanjang masa atau all-time-high (ATH) 9.032,584 pada penutupan perdagangan Rabu (14/1/2026).
ATH tersebut dicapai setelah indeks menguat 84,28 poin atau 0,94%. Lompatan tersebut didukung penguatan beberapa saham big cap, seperti BREN naik 4,89% menjadi Rp 9.650, MORA naik 6,36% menjadi Rp 13.800, DSSA menguat 2,83% menjadi Rp 107.975, PTRO 7,59% menjadi Rp 12.400, CBDK naik 9,66% menjadi Rp 7.950, TINS naik 7,65% menjadi Rp 3.940, ANTM naik 5,41% menjadi Rp 4.090, BUMI menguat 3,94% menjadi Rp 422, dan EMAS naik 3,11% menjadi Rp 5.800.
Baca Juga
Manajemen BEI dalam penjelasan resminya di Jakarta, hari ini, menyebut bahwa capaian itu jadi cerminan semakin kuatnya kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional di tahun 2026.
Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi menuliskan, dukungan kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi turut berperan penting dalam menciptakan sentimen positif yang konsisten di pasar.
“Sinergi kuat antara BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan self-regulatory organization (SRO) lain, yakni PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia serta PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan, turut mendorong penguatan ekosistem pasar modal Indonesia sehingga mampu menghasilkan berbagai pencapaian,” sambungnya.
Sepanjang tahun lalu, Pasar Modal Indonesia mencatatkan berbagai rekor tertinggi, salah satunya jumlah investor yang mencapai 20,3 juta. BEI juga mencatat 26 saham baru dengan total dana himpunan Rp 18,1 triliun melalui initial public offering (IPO).
Baca Juga
Rosan Ungkap Transformasi BUMN oleh Danantara Dongkrak Valuasi Telkom (TLKM) Jadi Rp 115 T
Sebanyak enam saham baru yang melantai di bursa merupakan lighthouse IPO atau memiliki kapitalisasi pasar di atas Rp 3 triliun.
Aktivitas perdagangan pada 2025 juga menunjukkan tren yang kuat, dengan IHSG ditutup menguat 22,1% ke level 8.644,26 pada Senin (29/12/2025) dan mencatatkan 24 kali rekor ATH sepanjang tahun.
Baca Juga
LQ45 Tertinggal Dua Tahun Berturut, Danantara: Peluang Re-Rating Terbuka di 2026
“Pencapaian tersebut menegaskan posisi pasar modal Indonesia yang semakin resilien dan berdaya saing global, sekaligus memperkuat peran BEI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan,” menurut Kautsar.
BEI bersama SRO dan seluruh pemangku kepentingan, dengan dukungan OJK berkomitmen terus memperkuat infrastruktur pasar modal. Mereka juga akan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, guna mendukung pertumbuhan pasar modal yang berkelanjutan dan inklusif.

