Astra International (ASII) Rampungkan Buyback Rp 2 Triliun, Serap Ratusan Juta Saham
JAKARTA, investortrust.id – PT Astra International Tbk (ASII) menuntaskan pembelian kembali (buy back) saham senilai Rp 2 triliun. Total saham yang dibeli selama buy back yang berlangsung kurang dari tiga bulan ini mencapai 305,21 juta saham.
Manajemen ASII dalam keterangan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (14/1/2026), disebutkan bahwa buyback tersebut lebih cepat dari target semula selama tiga bulan terhitung sejak 3 November 2025 hingga 30 Januari 2026. Perseroan sebelumnya telah mengalokasikan dana maksimal Rp 2 triliun.
Dalam rencananya, Astra (ASII) menegaskan bahwa jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor, serta porsi free float akan dipertahankan minimal 7,5% agar tetap memenuhi ketentuan perdagangan saham di BEI.
Baca Juga
Perseroan pada akhirnya memutuskan menghentikan periode buyback lebih cepat dari jadwal, yakni pada 13 Januari 2026 sesi kedua perdagangan, dari semula direncanakan berakhir pada 30 Januari 2026. Penghentian dilakukan karena dana buyback telah mencapai batas maksimal dan sisa dana tidak lagi mencukupi untuk pembelian satu lot saham.
Sebelumnya, Analis BRI Danareksa Sekuritas Sabela Nur Amalina dan Nashrullah Putra Sulaeman mengatakan, peluncuran Veloz Hybrid menjadi respons cepat atas persaingan industry otomotif setelah penjualan jumbo mobil listrik BYD Atto 1.
“Model hybrid ini diarahkan untuk memperkuat posisi Astra di luar kota tier-1 dan wilayah non-Jawa—pasar yang memiliki adopsi EV rendah, karena minimnya charging station serta depresiasi nilai jual kembali yang lebih curam,” tulisnya.
Astra (ASII) menargetkan bahwa pengiriman hybrid baru dimulai pada Maret 2026, namun jumlah tersebut sudah cukup untuk menopang pangsa pasar Astra di sekitar 53% tahun depan. Rentang harga Rp 299–390 juta juga dinilai tidak akan memicu perang diskon di segmen Rp 300–400 juta, sehingga berpeluang memberikan kontribusi margin yang lebih baik. Model ini ditargetkan menyasar basis pengguna terbesar di luar kota besar, area di mana jaringan distribusi Astra memiliki keunggulan struktural.
Baca Juga
Usai Toyota Veloz Hybrid Diluncurkan, Rerating Saham Astra International (ASII) Terbuka
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ASII dengan target harga Rp 7.450. Target harga ini dibasiskan pada SOTP, mencerminkan 9,2x P/E tahun depan atau +1SD di atas rerata lima tahun.
Target harga tersebut juga mengambarkan dua katalis utama jangka pendek, yaitu musim kuat penjualan mobil November–Desember yang historis menunjukkan korelasi 80% dengan pergerakan harga saham Astra. Kedua, stabilitas pangsa pasar ASII tahun 2026 didukung peluncuran Veloz Hybrid yang historis memiliki korelasi 65% dengan tren harga saham ASII.

