Usai Toyota Veloz Hybrid Diluncurkan, Rerating Saham Astra International (ASII) Terbuka
JAKARTA, investortrust.id – PT Astra International Tbk (ASII) diproyeksikan memasuki fase re-rating baru setelah Toyota, bagian dari grup Astra, resmi meluncurkan empat varian Veloz Hybrid dengan harga Rp 299–390 juta. Produk tersebut akan mobil hybrid mass-market pertama Astra sekaligus momentum penting memperkuat dominasi pasar otomotif nasional.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Sabela Nur Amalina dan Nashrullah Putra Sulaeman mengatakan, peluncuran Veloz Hybrid menjadi respons cepat atas penurunan sementara pangsa pasar Astra International (ASII) ke 47% pada Oktober 2025 akibat pengiriman besar BYD Atto 1.
“Model hybrid ini diarahkan untuk memperkuat posisi Astra di luar kota tier-1 dan wilayah non-Jawa—pasar yang memiliki adopsi EV rendah, karena minimnya charging station serta depresiasi nilai jual kembali yang lebih curam,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Baca Juga
Toyota Veloz Hybrid Meluncur di GJAW 2025, Harga Kompetitif Rp 299 Juta
Dengan efisiensi bahan bakar 26–28 km per liter atau naik sekitar 50%, dibanding kendaraan versi ICE sekitar 13–18 km per liter, Veloz Hybrid diperkirakan menjadi pilihan kuat bagi pengguna dengan kebutuhan perjalanan jarak jauh.
Selama ini, volume rata-rata penjualan Veloz ICE berada di kisaran 1.000 unit per bulan. Dengan basis tersebut, potensi kontribusi tahunan Veloz Hybrid diperkirakan mencapai 9.000–12.000 unit atau setara tambahan pangsa pasar nasional 1,0–1,4 poin persentase pada 2026.
Astra (ASII) menargetkan bahwa pengiriman hybrid baru dimulai pada Maret 2026, namun jumlah tersebut sudah cukup untuk menopang pangsa pasar Astra di sekitar 53% tahun depan. Rentang harga Rp 299–390 juta juga dinilai tidak akan memicu perang diskon di segmen Rp 300–400 juta, sehingga berpeluang memberikan kontribusi margin yang lebih baik. Model ini ditargetkan menyasar basis pengguna terbesar di luar kota besar, area di mana jaringan distribusi Astra memiliki keunggulan struktural.
Baca Juga
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ASII dengan target harga Rp 7.450. Target harga ini dibasiskan pada SOTP, mencerminkan 9,2x P/E tahun depan atau +1SD di atas rerata lima tahun.
Target harga tersebut juga mengambarkan dua katalis utama jangka pendek, yaitu musim kuat penjualan mobil November–Desember yang historis menunjukkan korelasi 80% dengan pergerakan harga saham Astra. Kedua, stabilitas pangsa pasar ASII tahun 2026 didukung peluncuran Veloz Hybrid yang historis memiliki korelasi 65% dengan tren harga saham ASII.
Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian tengah mengevaluasi insentif otomotif baru, terutama untuk model hemat energi dan produksi lokal, yang berpotensi menjadi penopang tambahan industri pada 2026.

