Astra (ASII) Siapkan Buyback Saham Rp 8 Triliun, Tujuan Ini Diungkap
JAKARTA, investortrust.id – PT Astra International Tbk (ASII) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp 8 triliun. Aksi ini bagian dari strategi alokasi modal untuk meningkatkan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Manajemen Astra International (ASII) dalam pengumuman resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (10/6/2026), menyampaikan bahwa jumlah dana yang disiapkan untuk buyback saham mencapai Rp 8 triliun.
Pelaksanaan buyback tersebut tetap memperhatikan ketentuan bahwa jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 10% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Selain itu, perseroan memastikan jumlah saham free float setelah pelaksanaan buyback saham tidak akan kurang dari 15% dari modal ditempatkan dan disetor.
Baca Juga
Astra (ASII) Fokus Reposisi Strategi Bisnis, Bagaimana Dampaknya ke Target Harga Sahamnya?
Persetujuan buyback saham tersebut akan dimintakan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 10 Juli 2026. Apabila memperoleh restu pemegang saham, buyback akan dilaksanakan mulai 20 Juli 2026 hingga 16 Juli 2027.
Manajemen ASII menjelaskan bahwa buyback saham merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk meningkatkan nilai jangka panjang bagi pemegang saham melalui penerapan kerangka alokasi modal yang disiplin.
Menurut perseroan, pembelian kembali saham menjadi salah satu instrumen alokasi modal yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan penggunaan modal sekaligus mendukung imbal hasil bagi pemegang saham. Langkah tersebut tetap dilakukan dengan menjaga fleksibilitas yang memadai untuk mendanai peluang pertumbuhan usaha dan mempertahankan posisi keuangan yang kuat.
Baca Juga
Gencarkan Hilirisasi dan Industrialisasi, Prabowo: Kesempatan Pengusaha Muda Bangkit
ASII juga menegaskan bahwa pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kinerja keuangan maupun kegiatan usaha perseroan. Perseroan juga memiliki modal dan arus kas yang memadai untuk mendanai program buyback saham sekaligus mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan bisnis. Adapun berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BBCA telah anjlok 30,88% menjadi Rp 4.700 sepanjang year to date (ytd).
Selain itu, manajemen meyakini pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kinerja operasional dan pendapatan perseroan selama periode pelaksanaannya.

