BEI Suspensi 8 Saham dari PTDU hingga KIOS Dipicu Lompatan Harga, Bahkan Tembus 543% Sebulan
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspense) perdagangan 8 saham emiten mulai sesi I, Kamis (11/12/2025). Suspensi ini diterapkan sebagai bentuk perlindungan investor setelah terjadi kenaikan harga yang signifikan.
Delapan saham tersebut terdiri atas PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON), PT Natura City Developments Tbk (CITY), PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX), dan PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR).
Suspensi juga diterapkan untuk saham PT GTS Internasional Tbk (GTSI), PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU), PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS), dan PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE).
Baca Juga
Amman (AMMN) Masuki Fase Pertumbuhan Kinerja Eksplosif sampai 2028, Sahamnya Ditargetkan Level Ini
Suspensi 8 saham dipicu atas lompatan harga dalam sebulan terakhir. Saham PTDU telah melesat sebanyak 543% menjadi Rp 103, KETR menguat 270% menjadi Rp 1.480, IRSX naik sebanyak 241% menjadi Rp 690, dan TRON menguat 204% menjadi Rp 228.
Lompatan harga juga melanda saham CITY sebanyak 183% menjadi Rp 462, KIOS menguat 174% menjadi Rp 214, PEGE naik 128% menjadi Rp 286, dan GTSI melambung 135% menjadi Rp 290.
Sebaliknya, transaksi 6 saham dibuka kembali (unsuspensi) mulai sesi I, Kamis (11/12/2025), yaitu saham PT Personel Alih Daya Tbk (PADA), PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP), PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH), PT Intraco Penta Tbk (INTA), dan PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT).
Baca Juga
Harga Emas Menguat Setelah The Fed Pangkas Suku Bunga, Perak Tertinggi Sepanjang Masa
Adapun tiga dari enam saham tersebut dibuka langsung masuk papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA), yaitu saham ATAP, PADA, dan NRCA karena terkena suspense lebih dari satu hari perdagangan.
Berdasarkan data perdagangan saham saham DOOH, INTA, dan TIRT sebelumnya terkena suspensi akibat kenaikan harga signifikan. Saham INTA melesat lebih dari 169% menjadi Rp 105 dalam sebulan terakhir. Begitu juga dengan saham TIRT bukukan lompatan harga lebih dari 120% menjadi Rp 106 dan saham DOOH melesat lebih dari 101% menjadi Rp 288 selama sebulan terakhir.
Sedangkan kenaikan saham PADA lebih dari 86% menjadi Rp 200 sebelum terkena suspense per 1 Desember ini. Saham NRCA melesat 159% menjadi Rp 1.790 dalam sebulan terakhir sebelum suspense 28 November. Saham ATAP menguat lebih dari 84% menjadi Rp 177 dalam sebulan terakhit atau sebelum terkena suspensi sejak 25 November 2025.

