BEI Suspensi 4 Saham Dipicu Lompatan Harga, Ada TINS hingga TFAS
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspense) perdagangan empat saham mulai sesi I, Jumat (10/10/2025). Tiga dari empat saham terkena suspense kedua dalam tujuh hari terakhir.
Empat saham tersebut terdiri atas saham PT Timah Tbk (TINS), PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK), PT dan PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS). Ketiga saham ini terkena suspense kedua dalam sepekan terakhir. Sedangkan saham PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) terkena suspense pertama.
Baca Juga
Terbuka Aksi Korporasi Besar, Saham PSKT Disebut Menuju Rp 200
Berdasarkan data BEI, saham TFAS telah melesat lebih dari 175% menjadi Rp 386 dalam sebulan terakhir. Begitu juga dengan saham FOLK telah melambung lebih dari 170% menjadi Rp 208 dan saham TINS menguat lebih dari 154% menjadi Rp 2.880. Saham YPAS telah naik lebih dari 90% menjadi Rp 675 dalam sebulan terakhir.
Secara bersamaan BEI juga membuka kembali perdagangan 7 saham emiten ini mulai sesi I, Jumat (10/10/2025). Dua saham dibuka langsung masuk papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA).
Ketujuh saham tersebut terdiri atas saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA), PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK), PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA), PT Damai Sejahtera Abadi Tbk (UFOE), serta PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) beserta Waran Seri II (TRIN-W2).
Baca Juga
Ditopang Sejumlah Faktor Ini, Laba Timah (TINS) bisa Melesat 206% di 2026
Dua saham lainnya PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) dan PT Tanah Laut Tbk (INDX) akan dibuka di PPK dengan mekanisme perdagangan FCA, karena terkena suspense lebih dari satu hari perdagangan. Secara bersamaan BEI juga mengeluarkan saham DADA dari PPK akibat harga rata-rata kurang dari Rp 51. Dengan demikian, saham DADA kembali diperdagangan di papan pengembangan.
Terkait pemicu suspense tujuh saham tersebut sebelumnya adalah kenaikan signifikan harga saham. Berdasarkan data Tradingview, saham DADA telah melambung lebih dari 323% menjadi Rp 178 terhitung sejak 4 September hingga akhir pekan lalu. Saham RISE telah melesat lebih dari 247% menjadi Rp 3.470 sebelum terkena suspensi kedua 29 September.
Lompatan pesat juga melanda saham INDX lebih dari 220% menjadi Rp 178 terhitung sejak 4 September hingga 24 September. Kenaikan pesat dalam sebulan terakhir juga melanda saham TRIN lebih dari 114%, ASHA menguat lebih dari 145% menjadi Rp 103, UFOE naik lebih dari 102% menjadi Rp 354, dan saham NTBK naik lebih dari 74% menjadi Rp 110.
Grafik Saham Ytd

