BEI Suspensi 5 Saham Dipicu Lompatan Signifikan, Ada JARR hingga INDX
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspense) perdagangan saham lima emiten mulai sesi I, Kamis (25/9/2025). Penghentian ini dipicu atas lompatan harga saham kelima emiten tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
Lima saham yang terkena suspensi tersebut terdiri atas saham PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ), PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE), PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP), PT Tanah Laut Tbk (INDX), dan PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR).
BEI mengungkap bahwa penghentian sementara perdagangan saham tersebut berlaku di seluruh pasar, baik reguler maupun tunai, hingga pengumuman lebih lanjut. Investor diharapkan memperhatikan keterbukaan informasi emiten tersebut agar dapat mengambil keputusan investasi yang bijak.
Baca Juga
Saham Astra International (ASII) Direvisi Naik, Dua Katalis Ini Jadi Penopang
Suspensi saham tersebut dipicu atas lomptan harga saham lima emiten tersebut, yaitu saham SMLE melesat sebanyak 96,25% menjadi Rp 314 dalam sebulan terakhir. Saham PUDP melesat sebanyak 109,91% menjadi Rp 466, saham BLTZ menguat lebih dari 83% menjadi Rp 3.300.
Begitu juga dengan saham INDX telah melesat lebih dari 184,54% menjadi Rp 276. Lompatan tersebut menjadikan saham INDX terkena suspense yang kedua mulai hari ini.
Sedangkan saham JARR telah melambung lebih dari 314% dalam sebulan terakhir menjadi Rp 4.250. Sebelumnya saham emiten Haji Isam ini telah terkena suspense lebih dari satu hari perdagangan pada awal bulan ini. Sedangkan year to date (ytd) 2025, saham JARR telah melambung lebih dari 1.150%.
Baca Juga
Simak Target Harga Saham Bank, Saham PNBN hingga BBCA Tawarkan Potensi Cuan Segini
BEI juga resmi membuka kembali (unsuspensi) perdagangan tiga saham emiten yang sebelumnya disuspensi. Pembukaan dilakukan mulai perdagangan Rabu (24/9/2025). Ketiga saham tersebut adalah PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC), PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO), dan PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MSIE). Sebagaimana diketahui tiga saham tersebut sebelumnya terkena suspense pertama oleh BEI dipicu atas lompatan harga.
Saham MSIE telah melambung lebih dari 205% menjadi Rp 104 dalam sebulan terakhir. Begitu juga dengan saham GPSO dan ITIC telah menguat masing-masing 141% dan 123% menjadi Rp 755 dan Rp 482.
Grafik Saham

