Mansek: Kenaikan Free Float akan Dongkrak Likuiditas dan Minat IPO di BEI
JAKARTA, investortrust.id –Mandiri Sekuritas (Mansek) menilai rencana kenaikan batas free float sebagai syarat continuous listing tidak akan mengurangi minat perusahaan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Direktur Utama Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana menyebut bahwa kebijakan tersebut justru akan memperkuat likuiditas pasar dan meningkatkan ketertarikan investor. “Kalau free float-nya lebih tinggi, liquidity-nya lebih besar,” ujar Oki dalam Media Gathering di Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Baca Juga
DPR Setujui Kenaikan Free Float Saham dari 7,5% Menjadi 10–15%
Ia optimistis pasar mampu menyerap tambahan pasokan saham apabila batas free float dinaikkan sesuai usulan OJK yang telah mendapat persetujuan Komisi XI DPR RI. “Makin tinggi free float-nya, investor makin masuk. Karena akan makin liquid. Saya yakin terserap, kalau itu sih no question,” katanya.
Oki menambahkan likuiditas rendah selama ini menjadi tantangan bagi investor institusi maupun ritel untuk berinvestasi. Karena itu, peningkatan porsi free float tidak dianggap sebagai hambatan bagi calon emiten yang tengah mempertimbangkan IPO.
“Kalau free float-nya terlalu kecil, yang masuk juga susah. Kalau free float-nya besar, makin liquid, ya makin mereka lebih untuk masuk ke market,” imbuhnya.
Baca Juga
DPR Setujui Kenaikan Free Float Saham dari 7,5% Menjadi 10–15%
Sebelumnya, Komisi XI DPR RI menyetujui usulan OJK untuk menaikkan batas free float dalam ketentuan continuous listing obligation dari 7,5% menjadi minimal 10–15%, menyesuaikan kapitalisasi pasar masing-masing emiten. Persetujuan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi XI, Dolfie Othniel Frederic Palit, dalam rapat kerja bersama OJK dan BEI pada Rabu (3/12/2025).
Oki juga melihat minat IPO masih kuat, tercermin dari tingginya tingkat oversubscribe pada penawaran saham yang tengah berlangsung. “Minat untuk IPO masih solid,” ujarnya.

