Bagikan

INET Catat Lonjakan Kinerja hingga Rights Issue Rp 3,2 Triliun untuk Ekspansi Digital

JAKARTA, investortrust.id – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) membukukan kinerja impresif pada kuartal III-2025. Pendapatan melesat 195% menjadi Rp 68,60 miliar dari Rp 23,28 miliar, ditopang layanan internet sebesar Rp 67,15 miliar dan pendapatan jasa konstruksi Rp 1,44 miliar.

Laba bersih juga melonjak signifikan 819% menjadi Rp 19,37 miliar, sementara EBITDA tercatat naik menjadi Rp 35,35 miliar. Total aset meningkat menjadi Rp 454,59 miliar, sejalan dengan agresivitas ekspansi perseroan.

Direktur Utama INET Muhammad Arif menyebutkan bahwa pencapaian tersebut sebagai bukti kuatnya momentum pertumbuhan perusahaan.

Baca Juga

Surge (WIFI) dan OREX SAI Luncurkan Layanan 5G FWA 1.4GHz Pertama di Dunia, Tarif Murah

“Dengan capaian pertumbuhan pendapatan dan laba yang signifikan, INET menunjukkan momentum pertumbuhan positif yang berpotensi berlanjut hingga akhir tahun. Peningkatan aset dan profitabilitas menjadi indikator kuat bahwa perusahaan sedang berada dalam fase ekspansi dan penguatan operasional,” ujarnya di Jakarta, Senin (1/12/2025).

Guna mempercepat pembangunan infrastruktur digital, INET menyiapkan aksi korporasi strategis berupa rights issue senilai Rp 3,2 triliun. Dana tersebut akan dialokasikan untuk GPI senilai Rp 2,8 triliun guna membangun 2 juta koneksi FTTH di Bali–Lombok. Senilai Rp 213 miliar kepada PFI untuk pembayaran IRU kabel laut, senilai Rp 135 miliar kepada IAB untuk pengembangan FTTH di Jawa, dan Sisanya untuk modal kerja.

“Aksi korporasi ini adalah langkah fundamental kami untuk mempercepat pembangunan infrastruktur digital terutama di Bali, Lombok, dan Jawa, serta memperkuat sistem kabel laut kami, termasuk rute penting Jakarta–Batam–Singapura. Dengan penetrasi fixed broadband Indonesia yang masih 15%, peluang ekspansi FTTH sangat besar dan INET siap memimpin di sektor ini,” terang Arif.

Baca Juga

Sinergi Inti (INET) Gaspol Ekspansi Digital, Sahamnya Bisa Menuju Level Ini  

Proses Akuisisi

Selain ekspansi jaringan, INET juga berencana mengakuisisi THC (60%) dan PADA (53,57%) guna memperkuat layanan konektivitas dan kapabilitas pendukung bisnis.

Pemegang saham utama, PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara, berkomitmen menyerap seluruh haknya senilai Rp 1,78 triliun dan menjadi pembeli siaga hingga Rp 1,41 triliun. Rights issue ini akan menerbitkan 12,8 miliar saham dengan harga Rp 250 per saham, disertai penerbitan Waran Seri II.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024