Sinergi Inti (INET) Gaspol Ekspansi Digital, Sahamnya Bisa Menuju Level Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) tengah memasuki fase pertumbuhan agresif didukung sejumlah ekspansi besar-besaran pembangunan infrastruktur digital. Fase pertumbuhan kuat tersebut diharapkan mulai terealisasi pada semester kedua tahun ini.
Hal ini mendorong Kiwoom Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham INET target harga Rp 620 dalam 12 bulan. Target harga tersebut merefleksikan forward P/E 48 kali dan PBV 3,65 kali. Adapun pada penutupan terakhir Rp 515, saham INET diperdagangkan pada P/E 39,8 kali dan PBV 3,0 kali atau lebih rendah dari rata-rata peers.
Baca Juga
Lepas 5,37% Saham IATA, MNC Asia (BHIT) Raup Rp 147,84 Miliar
Analis Kiwoom Sekuritas Abdul Azis Setyo W dan Sukarno Alatas mengatakan, sejumlah ekspansi yang dilakukan INET akan berdampak terhadap lompatan kinerja keuangan ke depan. Di antaranya, perseroan menyiapkan investasi Rp 200–300 miliar untuk proyek kabel laut Jakarta–Batam–Singapura berkapasitas 20 Tbps dengan 50% kapasitas sudah diamankan oleh PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE). Kondisi ini memberikan visibilitas pendapatan yang kuat dan meningkatkan efisiensi IP transit perseroan.
INET juga mengembangkan jaringan FTTH Bali–Lombok melalui PT Garuda Prima Internetindo (GPI) sebagai mitra Starlite bersama PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI.IJ). Proyek ini menargetkan 2 juta homepasses dan menawarkan layanan Wi-Fi 7 berkecepatan hingga 2 Gbps dengan harga mulai Rp 299.000 per bulan. “Dengan karakteristik pasar berpendapatan tinggi namun penetrasi FTTH masih rendah di bawah 25%, proyek ini sebagai salah satu motor pertumbuhan utama INET ke depan,” tulis riset tersebut.
Baca Juga
Sinergi Inti Andalan (INET) Ungkap Dua Proyek Ini bisa Dongkrak Berlipat-lipat Pendapatan ke Depan
Guna mendukung perluasan jaringan, INET juga akan menghimpun dana Rp 3,2 triliun melalui rights issue dengan rasiio 3:4. Sebagian besar dana akan dialokasikan ke GPI untuk mempercepat rollout Wi-Fi 7 FTTH Bali–Lombok. Sisanya digunakan untuk pembayaran kabel laut, pembangunan FTTH di Jawa, serta kebutuhan modal kerja. Perseroan juga didukung akuisisi PT Personil Alihdaya Tbk (PADA) dan PT Trans Hybrid Communication (THC).
Estimasi Kinerja Keuangan INET
Sejumlah faktor tersebut berpotensi mendongkrak laba bersih INET menjadi Rp 100 miliar tahun ini. Akuisisi PADA dan THC akan menjadi katalis penting dalam peningkatan pendapatan perusahaan lebih dari sepuluh kali lipat sekaligus membuka peluang ekspansi margin melalui efisiensi biaya mulai tahun ini.
Berbagai faktor tersebut mendorong Kiwoomg merekomendasikan beli saham INET dengan target harga Rp 620 dalam 12 bulan. Saham INET telah melesat lebih dari 605% menjadi Rp 515 sepanjang year to date (ytd) dan kenaikan dalam sebulan terakhir telah lebih dari 86%. Target harga tersebut juga merefleksikan peluang lompatan kinerja keuangan INET dengan target laba bersih bisa mencapai Rp 280,8 miliar tahun 2026 dan meningkat menjadi Rp 355,6 miliar pada 2027.

